Follow our news chanel

Previous
Next

SPBN Hamadi mudahkan nelayan melaut

Nelayan, SPBN, Hamadi, Papua
Nelayan di Hamadi, Kota Jayapura, Papua sedang mengisi Bahan Bakar Minyak jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan Hamadi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah nelayan di Kota Jayapura, Papua, mengaku sangat terbantu dengan adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Hamadi. Karena tidak perlu lagi mengantri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan bahan bakar.

“Sangat membantu, apalagi ini (SPBN Hamadi) adanya di lokasi pasar ikan Hamadi ini, jadi kami tidak perlu lagi repor-repot keluar mencari bahan bakar,” ujar Losari, seorang nelayan di Hamadi saat ditemui sedang mengisi bahan bakar jenis premiun di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan Hamadi, Jumat (7/8/2020).

Adanya SPBN Hamadi dikatakan Losari, membuatnya semangat melaut. Terlebih lagi bahan bakar yang didapatnya sudah disubsidi. Harganya lebih murah.

“Dulu kami harus mengantri di SPBU, tapi selama SPBN Hamadi ini ada sangat membantu kami mendapatkan bahan bakar. Kalau dijatah itu wajar agar semua nelayan dapat, kami tidak masalah kalau dijatah,” ujar Losasi.

Nelayan lainnya, Daen Ansar, mengatakan sebagian besar nelayan yang mengisi bahan bakar di SPBN Hamadi adalah nelayan kecil. Jangkauan melaut tidak terlalu jauh sehingga memudahkan mereka mendapatkan bahan bakar.

“Sebetulnya dengan adanya SPBN ini, nelayan terutama yang kecil-kecil sangat terbantukan karena belinya bisa kapan saja, dan sangat mudah mendapatkan bahan bakar yang diinginkan. Kalau di SPBN Hamadi habis terpaksa kami beli ke SPBU, dari pada kami tidak melaut,” ujar Daen Ansar.

Pengawas SPBN Hamadi, Agus Mato, mengatakan pengeluaran bahan bakar jenis premium dalam sehari antara 8 – 9 ribu kiloliter, pertaliter 4 sapai 5 ribu kiloliter, solar pengeluaran 10 ribu kiloliter.

Loading...
;

“Jumlah nelayan yang sudah terdaftar di kami ada 300 lebih tapi kami juga melayani nelayan yang ada di luar daftar kami. Nelayan yang masuk kami layani, sudah tidak pakai kartu nelayan lagi, asal nelayan kami tetap layani mulai dari Hamadi sampai Dok 9,” ujar Mano.

Dikatakan Mato, satu orang yang datang membeli bahan bakar mulai 60 liter, 90 liter, 120 liter, bahkan ada yang 200 liter. Ini dipakai hanya sekali pakai atau sekali melaut saja, besok isi lagi makanya cepat habis.

“Solar di jual Rp5.150 per liter, pertalite Rp7.850 per liter, premium Rp6.450 per liter. Sudah di subsidi,” ujar Mato.
Dikatakan Mato, SPBN Hamadi terkendala pada pembatasan bahan bakar. Misalnya premium, dalam sebulan hanya bisa mendapatkan jatah 18 tangki sedangkan nelayan yang datang membeli sangat banyak.

“18 tangki ini, kalau untuk nelayan tidak cukup karena nelayan semakin banyak. Jadi, tanggal 18 sampai 20 premium itu sudah habis, nanti masuk pertalite sampai akhir bulan. Masuk bulan baru lagi diganti dengan premium lagi. Kami sudah sampaikan ke Dinas Perikanan dan Kelautan tapi belum juga ditambahkan,” Mato. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top