Follow our news chanel

SPDP: Keputusan ada di KPU Paniai bukan KPU Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pemuda dan mahasiswa Paniai yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Demokrasi Kabupaten Paniai (SPDP) dan mahasiswa Meeuwodide kembali menyikapi sengkarut pilkada Paniai, terutama terkait pemberitaan di media.

Ketua Solidaritas Mahasiswa Meeuwodide, Otniel Kobepa dalam pesan elektroniknya kepada Jubi, Rabu (20/6/2018) mengatakan, media sebaiknya mewawancarai langsung pihak KPU Paniai terkait pilkada di wilayah itu, karena semua keputusan dan kebijakan pilkada Paniai ada pada KPU setempat, bukan KPU Papua.

Menurutnya, pernyataan oknum komisioner KPU Papua yang dimuat salah satu media cetak di Jayapura dengan menyebut KPU RI menetapkan dua pasangan calon (paslon) dalam pilkada Paniai adalah informasi yang sensitif.

Apalagi selama ini KPU Paniai masih memegang keputusan penetapan yang mereka lakukan 8 Juni 2018 terkait penetapan paslon tunggal pilkada di wilayah itu.

"Pilkada Kabupaten Paniai berada di tangan KPU Paniai bukan KPU Papua. Apalagi ada oknum di KPU Papua yang kami duga berpihak. Sebaiknya wartawan menanyakan langsung agenda pilkada Paniai ke KPU Paniai," kata Otniel Kobepa.

Ia juga meminta kepada semua pihak di Papua yang bukan penyelenggara dan selama ini membicarakan pilkada Paniai, tidak mengeluarkan penyataan lagi, agar tak menimbulkan polemik. Biarkan KPU Paniai bekerja melanjutkan tahapan yang belum selesai.

Loading...
;

"Sebaiknya mendukung KPU Paniai menyelesaikan tahapan dan mensukseskan pilkada Paniai," ucapnya.

Sementara Sekretaris SPDP, Anton Jawame mengatakan, KPU Papua jangan berlebihan mengintervensi KPU Paniai, karena dikhawatirkan akan memicu munculnya konflik yang akan mengorbankan masyarakat Paniai.

Katanya, keputusan KPU Paniai menetapkan paslon tunggal, Meki Nawipa-Oktopianus Gobai sudah final. Setelah keputusan itu, Paniai tetap aman dan damai karena penetapan berdasarkan hukum, didukung SK KPU RI nomor 582/PL.03.2-SD/06/KPU/VI/2018.

"SK itu mempertegas kembali keputusan KPU Paniai. Sebaiknya KPU Pania tidak bernegosiasi dengan siapa pun, termasuk KPU Papua. Lebih baik lanjutkan agenda pilkada Paniai karena pencoblosan  tinggal H-7," Anton Jawame.

Ia meminta oknum di KPU Papua yang diduga mengintevensi KPU Paniai tidak lagi melakukan hal itu, jika tidak pihaknya akan mendesak agar tim seleksi (timsel) calon anggota KPU Papua dan KPU RI mengugurkan oknum yang diduga mengintervensi KPU Paniai dari 14 nama yang akan diajukan ke KPU RI. (*) 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top