Follow our news chanel

STT GIDI Papua miliki empat doktor

Direktur Pascasarjana STT GIDI Papua, Lenis Kogoya, dan tiga orang staf pengajar bergelar doktor di STT GIDI Papua, saat diwawancara - Jubi/Engel Wally
STT GIDI Papua miliki empat doktor 1 i Papua
Direktur Pascasarjana STT GIDI Papua, Lenis Kogoya, dan tiga orang staf pengajar bergelar doktor di STT GIDI Papua, saat diwawancara – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Untuk memenuhi standar mutu pendidikan pada Sekolah Tinggi Teologi Gereja Injili Di Indonesia  (STT-GIDI) Papua, pada 3 September 2019, empat orang dosen STT GIDI telah diwisudakan dalam program doktoral yang diselenggarakan oleh Sekolah Tingg Teologi Indonesia (STTI) Jakarta.

Empat doktor tersebut adalah Pdt. Dr. Lennis Kogoya, M.Th, M.Pd.K; Pdt. Dr. Yandinus Jali, M.Th; Dr. Gustaf Dike, M.Th; dan Dr. Marthen P. Itlay, S.PAK, M.Hum.

Direktur Pascasarjana STT GIDI Papua, Lenis Kogoya, mengatakan sebagai tuntutan standarisasi mutu pendidikan, untuk mengelola program pascasarjana dibutuhkan enam.

“Saat ini kita sudah punya empat doktor, dua program studi. Ke depan kita akan lebih fokus lagi untuk mempersiapkan sumber daya manusia agar tuntutan standar mutu pendidikan juga dapat terpenuhi,” jelas Lenis Kogoya, usai acara syukuran empat wisudawan program doktoral di Sentani, Sabtu (28/9/2019).

Dua program studi yang tersedia saat ini, kata Lenis, Program Studi Pendidikan Agama Kristen dan Program Studi Teologi, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 50 orang, dan 18 dosen Magister Teologi, dua dosen Magister Pendidkan Agama Kristen, termasuk empat doctor ang baru saja diwisuda.

“Target kita ke depan, dari program studi yang ada dapat terakreditasi B, karena sebelumnya sudah badan akreditasi nasional memberikan nilai C. Dukungan gereja sangat diharapkan, karena hanya melalui gereja semua proses yang berbasis pendidikan ini dapat berjalan hingga saat ini,” jelasnya.

Loading...
;

Dikatakan, tentunya dengan keberhasilan saat ini untuk Empat Doktor adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, tetapi untuk kedepan kita harus memiliki 12 Doktor untuk mendukung terlaksananya sisitem pendidikan tinggi secara kusus di STT GIDI Papua.

“ Sesungguhya keberhasilan yang diraih ini dapat menutupi stigmanisasi yang selalu dialamatkan kepada kami sebagai orang papu yang tidak mungkin mendapat predkat seperti saat ini. apalagi kami berepat ini adalah asli anak-anak papua, tiga dari wilayah pegunungan dan satu dari sentani. Suatu kebanggan tersendiri bagi saya selaku pengelolah program pasca sarjana disini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua STT GIDI Papua, Paipan Wonda, menyampaikan rasa bangganya terhadap empat dosen di kampus tersebut yang telah menyelesaikan studi mereka dengan baik.

“Kita mengucap syukur kepada Tuhan yang begitu baik sehingga ada empat orang doktor di sekolah kami, dan ini akan menjadi satu tanda kemajuan besar bagi kami dalam mengelola pendidikan bagi anak-anak kami yang sedang menempuh pendidikan di sini,” katanya.

Sementara itu, ketua panitia acara syukuran, Ananias Meklok, mengatakan bahwa kegiatan syukuran yang dilaksanakan pihaknya ini sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dengan hadirnya empat doktor di STT GIDI Papua, tetapi juga semua pihak yang telah mendukung terlaksananya proses pendidikan tinggi kampus tersebut.

“Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, ucapan syukur seperti ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kami. Untuk itu selaku panitia kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan syukuran pada saat ini, secara khusus bagi jemaat GIDI yang ada di Papua,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top