Suara dari distrik diharapkan langsung ke KPU Yahukimo

Suasana foto bersama di Polres Yahukimo usai doa bersama - Jubi/Piter Lokon
Suara dari distrik diharapkan langsung ke KPU Yahukimo 1 i Papua
Suasana foto bersama di Polres Yahukimo usai doa bersama – Jubi/Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dekai, Jubi –  Untuk menimalisir konflik atau bentrok antarpendukung dalam pemilu 17 April 2019, surat suara dari distrik-distrik diharapkan langsung diserahkan ke KPU Yahukimo.

Bupati Yahukimo, Abock Busup, mengatakan setiap pemilu kabupaten yang dipimpinnya dianggap sebagai daerah rawan konflik. Oleh karenanya, pemerintah daerah menjadi sorotan tiap kali pesta demokrasi lima tahunan.

“Pemilihan Presiden, DPR RI, DPD RI, dan DPRP tidak dipermasalahkan karena tak berpotensi konflik, tetapi yang akan menjadi masalah dan bisa saja terjadi konflik adalah pemilihan DPRD Yahukimo. Ini yang bisa berdampak pada konflik,” kata Bupati Yahukimo, Abock Busup, beberapa waktu lalu di Dekai.

Sebanyak 35 orang bertarung dalam pemilihan DPR RI, DPD, dan DPR Papua, sedangkan kontestan dalam DPRD Yahukimo sebanyak 400-an orang.

“Karena itu saya sampaikan kepada keamanan di bawah kontrol Bapak Kapolres, Panwas, dan KPU, bahwa setelah pencoblosan di distrik dan membawa hasilnya, setelah tiba di bandara antar langsung ke KPU,” katanya.

“Jadi tidak ada lagi namanya singgah-menyinggah. Karena itu, seluruh calon anggota legisatif (caleg) turun di distrik. Biar segala sesuatu atur di distrik baru bawa (ke KPU), supaya lebih bagus,” katanya.

Loading...
;

Senada dikatakan komisioner KPU Yahukimo Divisi Data, Adreas Silak. Surat suara diharapkan agar diatur baik di distrik demi mencegah terjadinya konflik.

“Kenapa saya sampaikan bahwa kursi jadi dari distrik? Karena caleg di Yahukimo ada 469 orang. Ini sangat berat, karena bawa suara ke KPU, nanti di KPU akan kacau,” ujarnya.

Dia melanjutkan, surat suara itu harus diatur baik, antara PPD, panwas, kepala distrik, kepala kampung, dan masyarakat. Setelah itu langsung dibawa ke KPU.

“Karena selama ini menganggap bahwa suara selalu KPU ambil, itu kali ini tidak mau lagi ada stigma seperti hal itu. Oleh sebab itu, selesaikan di distrik baru bawa kursi, supaya kita bisa tetapkan tanpa terjadi konflik,” kata Silak.

Ia juga menegaskan di Dekai tidak ada mobilisasi massa, karena TPS-nya sudah diatur. Dalam pemilihan, hanya TPS yang dikasih ke saksi-saksi yang ditentukan oleh calon.

“Setiap calon bisa taru saksi-saksi di setiap TPS supaya pemilu kali ini bisa berjalan aman, nyaman, dan damai kita jalan. Supaya kota ini tertib dan bagus. Karena selama ini orang menganggap, bahwa Yahukimo itu dalam pemilu kacau dan sampai hari ini Yahukimo angka merah,” katanya. (*)

Editor: Timo Marten

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top