Suara teriakan ketimpangan infrastruktur dari timur tidak boleh dibiarkan

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan sejumlah pejabat tinggi negara saat berada di Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019). - Jubi/Alex di atas jembatan Youtefa - Jubi/Alex
Suara teriakan ketimpangan infrastruktur dari timur tidak boleh dibiarkan 1 i Papua
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan sejumlah pejabat tinggi negara saat berada di Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019). – Jubi/Alex
di atas jembatan Youtefa – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Presiden Joko Widodo menyatakan suara teriakan ketimpangan infrastruktur dari wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Papua, tidak boleh dibiarkan. Aspirasi itu harus dijawab dengan terus mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.

Presiden Jokowi menyatakan ia sering mendengar aspirasi yang menyuarakan ketimpangan infrastruktur di wilayah Indonesia bagian timur. Hal itu disampaikan Jokowi di sela-sela peresmian jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019).

“Selama pemerintahan saya, [saya] berkeliling Indonesia, masuk ke pedalaman, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Dari situlah teriakan ada ketimpanga infrastruktur antara wilayah barat, tengah dan timur yang belum tersentuh oleh pembanguan,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan, jika hal itu terus dibiarkan, ketimpangan infrastruktur itu dapat menghambat Indonesia menjadi bangsa yang besar. “Karena itu, saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnnya wilayah timur untuk dipercepat. Tentu saja [percepatan pembangunan infrastruktur itu] pararel dengan pembagunan SDM yang juga ingin kami kerjakan,” kata Jokowi.

Menurutnya, pemerataan pembangunan infrastruktur harus dilakukan, demi menghadirkan manfaat secara nyata bagi rakyat,  dan mempersatukan bangsa dengan membangun konektivitas atau keterbungan antar pulau, provinsi, kota dan kabupaten.

“Semua pembangunan infrastruktur perhubungan termasuk jembatan akan membuat pergerakan barang dan manusia menjadi cepar dan lancar. Dengan begitu rakyat akan mendapat harga-harga barang dan jasa yang lebih murah. Ujungnya, mempersatukan masyarakat karena adanya interaksi dan komunikasi yang lancar antar masyarakat kita,” ujarnya.

Loading...
;

Ditempat yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jembatan Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami, menjadi salah satu bukti komitmen Presiden Jokowi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian Timur. “Jembatan ini merupakan salah satu bukti bapak presiden tidak setengah hati untuk membangun Papua,” kata Basuki.

Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat turut menjaga jembatan yang dibangun dari kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Papua dan Kota Jayapura.

“Nantinya waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju pos lintas batas negara Skouw akan lebih cepat dari semula 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30-45 menit saja. [Hal itu penting], mengingat perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top