Follow our news chanel

Previous
Next

Sub kontraktor SPABA belum dibayar, ini jawaban Kadisorda Papua

Stadion Papua Bangkit (SPABA) yang akan didikan venue pembukaan dan penutupan PON XX Papua 2020 – Jubi/Roy Ratumakin.
Sub kontraktor SPABA belum dibayar, ini jawaban Kadisorda Papua 1 i Papua
Stadion Papua Bangkit (SPABA) yang akan didikan venue pembukaan dan penutupan PON XX Papua 2020 – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Belum lama ini, sub kontraktor yaitu PT. Mandala Putera Prima yang menangani pengadaan lampu, PT. Asiakomnet (Sound system) PT Tetra Setya (IT), PT Bina Tama (atap stadion), dan PT Pesky (akses kontral dan Timing System mengaku belum dibayar oleh PT Pembangun Perumahan (PT PP) dengan total secara keseluruhan Rp50 miliar.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua Alex Kapisa saat dikonfirmasi mengatakan, dari sisi aturan, dari pemberi pekerjaan dalam hal Disorda tidak dibebankan untuk mengurus sub kontraktor tetapi berurusan dengan main kontraktor dalam hal ini PT PP.

“Jadi kalau ada (tunggak bayaran) urusan tersebut menjadi kewenangan dari PT PP, dan itu urusan internal mereka. Tapi kalau dari sisi administrasi, kami sudah proses pembayaran. Kenapa, karena baru kemarin selesai proses revieuw karena setiap pekerjaan yang selesai 100 persen harus ada justifikasi hukum dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan BPKP,” kata Kapisa, Selasa (10/12/2019) di Jayapura.

Menurut Kapisa, rencana pembayaran bukan hal yang mudah, pihaknya ingin pastikan semua pekerjaan tuntas 100 persen.

“Saya memang ingin semua pembayaran venue PON yang dibiayai APBD harus ada hasil audit, kita tidak ingin ke depan ada masalah,” ujarnya.

Alex merincikan, pembangunan Stadion Papua Bangkit menghabiskan anggaran APBD Provinsi Papua sebesar Rp 1.3 triliun.

Loading...
;

“Anggaran sudah tersedia dalam APBD Induk 2019, kalau hasil audit sudah keluar kita tinggal bayar,” katanya.

Sebelumnya juru bicara forum sub kontraktor Stadion Papua Bangkit, Tina mengatakan, total tagihan 5 sub kontraktor mencapai Rp 50 miliar.

“Keterlambatan pembayaran ini dikhawatirkan bisa membuat pemerintah Provinsi Papua tidak bisa pakai Stadion Papua Bangkit, karena peralatan dalam stadion menggunakan teknologi informasi terbaik, bisa saja peralatan yang sudah ada di stadion tidak bisa dipakai, jika tidak dibayar dan peralatan kami bongkar, butuh waktu enam bulan untuk setting semua peralatan, kami harapkan ada penyelesaian dari pihak PT. PP,” ujarnya.

Pihak sub kontraktor masih berharap ada niat baik dari pihak PT PP untuk menyelesaikan sisa pembayaran tersebut.

“Kami Sub kontaktor berharap pihak PT PP bisa melunasi pembayaran. Jika tidak, mereka akan mengambil peralatan yang sudah dipasang, tapi kami terlebih dahulu memilih upaya persuasif, agar masalah ini dapat diselesaikan,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top