Follow our news chanel

Previous
Next

Sudah dua tahun, Kamarisano yang terpencil “kehilangan” kepala kampung

Sudah dua tahun, Kamarisano yang terpencil  "kehilangan" kepala kampung 1 i Papua
Kantor Kampung Kamarisano, Distrik Wapoga, Kabupaten Nabire – Jubi/Dok Roy Wonda.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Kelompok anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire, melakukan kunjungan kerja kelompok di Kampung Kamarisano, Distrik Wapoga pada Rabu kemarin, 13 Mei 2020. diperoleh informasi , pelayanan warga kampung itu terbengkalai. Kepala kampung sudah dua tahun raib.

“Kunjungan kerja ini, bertujuan melihat langsung proses pelayanan aparat kampung terhadap warga, maupun dan proses pendidikan” ujar Ketua kelompok empat, Salmon Pigai, anggota DPRD Nabire, via sambungan selulernya kepada Jubi di Nabire, Kamis (14/5/2020).

Kamarisano merupakan kampung terpencil dan berada di ujung Distrik Wapoga, ujung Timur Kabupaten Nabire. Letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Waropen. Dari Kota Nabire, jarak tempuh menuju kampung ini kurang lebih 3 jam, dengan transportasi utamanya yakni perahu motor atau speedboat.

Dari pertemuan dengan warga setempat, diperoleh informasi kepala kampung Kamarisano, Frans Sayori, sudah hampir dua tahun lebih tidak pernah berada di tempat. Hal – hal yang berhubungan dengan urusan kampung,  hanya diurus oleh aparat lainnya. Termasuk urusan pencairan dana desa. Kepala kampung itu hanya menitip pesan agar bendahara ke kota untuk melakukan pencairan.

Bahkan menurut Pigai, pekerjaan pembangunan yang dibiayai oleh dana desa terbengkalai. Tidak pernah terselesaikan kurun waktu dua tahun terakhir. Di antaranya pembangunan tiga unit rumah sederhana buat warga. Rumah itu dibangun pada 2018 silam. Namun sampai sekarang belum selesai. Belum dilantai. Dinding bagian dalam juga belum diplester. Dan dan pintu jendela juga belum ada.

”Jadi menurut warga Kampung Kamarisano, selama dua tahun ini pembangunan yang dibiayai oleh dana desa di sana tidak jelas alias tidak terselesaikan. Ini kan kasihan kalau begini,” tuturnya.

Loading...
;

Selain itu, untuk dunia pendidikan lanjut Pigai, ditemukan SD Kamarisano kekurangan buku panduan pelajaran. Selain itu ada empat tenaga guru honorer yang sudah lebih lima bulan belum dibayar haknya. Warga kampung juga minta dibangunkan satu unit rumah untuk guru.

“Maka warga dalam pertemuan tersebut telah membuat satu surat pernyataan meminta kepala kampung diganti, guru honor dibayar gajinya dan satu buah rumah untuk guru,” ujarnya.

Salah satu anggota DPRD lainnya, Roy Wonda. Surat yang diterima pihaknya dari warga, akan ditindak lanjuti kepada pemerintah daerah melalui instansi teknis. Dia meminta Pemkab Nabire untuk memperhatikan permintaan warga Kampung Kamarisano,  “Kami akan tindaklanjuti surat pernyataan warga ini sampai ke dinas terkait,” kata Wonda.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top