Sukses prestasi PON XX, KONI Papua minta dukungan Komisi V DPR Papua 

Papua
Suasana usai Komisi V DPR Papua rapat bersama KONI Papua - Jubi/Arjuna

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Papua meminta dukungan Komisi V DPR Papua, untuk mensukseskan peningkatan prestasi saat pelaksanaan PON ke-20 Papua, Oktober 2021.

Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa mengatakan dalam rapat bersama KONI Papua, Rabu (7/7/2021), salah satu yang dibahas, yakni mengenai anggaran dan kesiapan atlet.

Menurutnya, KONI menyampaikan kepada komisi bidang olahraga DPR Papua bahwa anggaran yang diberikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak sesuai pengajuan mereka.

“Karenanya, kami mendesak agar anggaran sisa untuk KONI segera diberikan dalam waktu dekat. Panitia Besar (PB) PON sudah bangun gedung (venue) besar besar, fasilitasnya sudah oke tapi mengenai prestasi ini, atletnya dibina oleh KONI,” kata Timiles Yikwa usai rapat.

Ia mengatakan, TAPD bisa menggunakan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa), atau pembayaran meendahului, dengan izin prinsip. Sebab, ini merupakan kebutuhan mendesak KONI Papua.

Katanya, waktu pelaksanaan PON makin dekat, tersisa dua bulan dan kebutuhan KONI ini sifatnya segera mesti ditindaklanjitu sebelum sidang APBD perubahan.

“Jangan diberikan angggaran setengah setengah, tapi secara keseluruhan agar mereka bisa maksimal. Apalagi kita tuan rumah. Kalau kita tidak urus atlet apakah kita bisa juara. Ini bukan harapan kami dengan KONI tapi rakyat Papua,” ujarnya.

Loading...
;

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya berharap, dukungan dari DPR Papua berkaitan dengan anggaran, untuk sukses prestasi.

“Di dalamnya ada bonus atlet untuk kontingen Papua. Dengan anggaran yang ada sekarang masih minim. Kita harap dapat dukungan dari pemprov dan DPR untuk tambahan, membackup sukses prestasi,” kata Kenius Kogoya.

Menurutnya, KONI Papua masih butuh anggaran sekitar Rp 500 miliar dari Rp 1,3 triliun yang diajukan. Kebutuhan anggaran itu sudah termasuk bonus atlet, pelatih dan official tim.

Katanya, ketika PON Jawa Barat empat tahun lalu peraih medali emas mendapat bonus Rp 600 juta. Saat PON ke-20 mendatang, nominal itu kemungkinan akan bertambah. Berada pada kisaran Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar, sebab Papua adalah tuan rumah.

“Tergantung kekuatan anggaran yang ada. Kita berharap seabagai tuan rumah mendapatkan penghargaan terbaik. Target kita kan 81 emas. Hitungannya kan cabor perorangan berbeda dengan cabor beregu,” ujarnya.

“Misalnya bola kaki, kan ada 22 atlet tidak mungkin hanya diberi bonus Rp 1 miliar. Hitungannya mesti proposional. Kalau misalnya satu orang dapat Rp 300 atau 400 kalikan dengan 22 orang. Itu baru satu emas dipermainan beregu. Kalau perorangan misalnya kita kasi Rp 1 miliar.”

Ia menambahkan, estimasi kebutuhan anggaran untuk atlet peraih medali emas, perak dan perunggu berkisar Rp 700 miliar. Namun itu di luar bonus untuk pelatih dan official tim.

“Mudah mudahan tambahan 500 M cukup. Memang biaya membengkak karena kebutuhan atlet. Semacam peralatan latihan. Kita mesti lengkapi apalagi kita tuan rumah. Ini juga untuk menyemangati atlet,” kata Kenius Kogoya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top