HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Suku Yerisiam Gua ancam boikot Pemilu

Suku Yerisiam Gua ancam boikot Pemilu 1 i Papua
Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua, Robertino Hanebora – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Pemilihan umum 2019 sudah di depan mata. Suku besar Yerisiam Gua mengancam akan memboikot perhelatan demokrasi itu, jika penyelenggara menambahkan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Atas nama suku, saya akan boikot Pemilu 17 April nanti,” ujar Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua, Robertino Hanebora kepada Jubi di Nabire. Rabu (10/04/2019).

Dikatakan Hanebora, dari tahun ke tahun di Kampung Sima, jumlah jiwa di kampung ini tidak lebih dari 500 orang. Dan hampir setiap Pemilu, Daftar Pemilih Tetap (DPT) selalu di atas 700 hingga 1.000. Bahkan Pemilu tahun ini, DPT sebanyak 1.718 dan jumlah tersebut sudah termasuk karyawan PT. Nabire Baru.

Suku Yerisiam Gua ancam boikot Pemilu 2 i Papua

“Ini terindikasi ada permainan dalam jumlah DPT, sebab jumlah pemilih di Sima hanya sekitar 300-san orang per data Suku tahun 2019. Dan karyawan Sawit hanya sekitar 200an orang,” tuturnya.

Sehingga kata Hanebora, pihaknya memertanyakan rencana penyelenggara Pemilu untuk menambahan TPS di Kampung tersebut. Sebab menurut dia, jika dua TPS saja tentu bisa menampung jumlah DPT yang ada di dalam Kampung.

Rencana TPS pertama ini ada tiga. Dua di kampung Sima dan satunya lagi di di lahan sawit. Tapi ada rencana penambahan satu untuk kampung Sima menjadi tiga.

“Pertanyaannya, seberapa banyak orang di Sima. Lalu jangan sampai laporan ke KPU ada bahwa di Sima hanya tiga TPS, tetapi fakta di lapangan ada empat (termasuk lahan sawit). Maka satu TPSnya hilang kemana? Artinya TPS ini bisa hadir sebagai proyek untuk oknum tertentu,” katanya.

Loading...
;

Sehingga dia meminta kepada penyelenggara Pemilu untuk menjelaskan dengan baik dan transparan tentang rencana penambahan TPS. Bukan hanya di kampung Sima tetapi di seluruh Kabupaten Nabire.

“Jadi jika ada penambahan TPS nanti, saya mau tanya, kalau tambah apa alasannya. Dan kalau dikurangi apa alasannya sehingga kami mengerti,” tandasnya.

Warga lainnya, Adrianus Maniba menambahkan bahwa ada rencana penyelenggara untuk menambahkan TPS di Kampungnya. Namun dia pun heran jika tiap pemilu DPT selalu melebihi jumlah jiwa.

‘Ada rencana. Tapi saya heran, sebab dari jumlah jiwa di Kampung Sima yang 500 orang itu, sudah termasuk anak – anak. Jadi mereka dapat DPT ini dari dunia mana,” ujar Maniba.

Jubi berusaha mengkonfirmasikah hal tersebut kepada penyelenggara Pemilu, namun hingga berita ini diturunkan, belum mendapat ada jawaban.(*)

Editor: Syam Terrajana

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa