Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Suntikan untuk pelabuhan kawasan Timur

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini S. Soemarno, hadir di Jayapura pada Jumat, 23 Agustus 2018. Ia meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) atau Pelindo IV. Tak tanggung-tanggung, nilai proyek tersebut Rp 2,1 triliun.

Saat peresmian, Rini mengatakan proyek peremajaan pelabuhan-pelabuhan tersebut sangat penting, karena selama ini pembangunan pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia cukup tertinggal.

Suntikan untuk pelabuhan kawasan Timur 1 i Papua

“Sehingga penekanan Presiden untuk lebih memberikan konektivitas dan kemampuan daya saing di bagian timur Indonesia dengan memoderinasasi pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia,” katanya.

Dengan dana PMN atau Pernyataan Modal Negara sebesar Rp 1,5 triliun dari Rp 2,1 triliun tersebut, menurut Rini diharapkan bisa membantu memodernisasi pelabuhan di Pelindo IV. 

“Saya waktu datang di Bandara Jayapura bisa melihat crane di Pelabuhan Jayapura, itu menunjukkan Pelabuhan Internasional Jayapura bisa setara dengan pelabuhan lain, meskipun belum terlalu besar, namun bisa mengirimkan hasil komoditas ekspor dengan cepat,” ujarnya.

Menteri Rini juga menantang seluruh operator Pelabuhan Logistic Performance Indeks (LPI) di seluruh Pelabuhan Indonesia bisa mengalahkan Vietnam pada 2018.

Loading...
;

“Dengan peringkat kita pada 2014 yang sudah membaik dari peringkat 63 dunia dan sekarang kita pada 2017 sudah peringkat 46, jadi saya ingatkan Pelindo IV dan lainnya seperti Pelindo I, Pelindo II, dan Pelindo III, kita masih di bawah Vietnam, kita harus kejar dan pada akhir 2018 harus lebih baik dari Vietnam, waktunya tinggal tiga bulan lagi karena itu harus kerja keras,” kata Rini. 

Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung, mengungkapkan sejak 26 tahun silam Pelindo IV tidak melakukan pembangunan yang cukup signifikan dan baru pada kabinet kerja Jokowi bisa membangun dan menyelesaikan ke-16 proyek strategis nasional. Padahal wilayah kerja Pelindo IV merupakan yang terluas dari operator pelabuhan lainnya, yaitu 50 persen dari luas Indonesia.

Doso mengungkapkan kondisi perdagangan di Kawasan Timur Indonesia selama ini adalah perdagangan berpusat di dua titik, yaitu Surabaya dan Jakarta.

“Sehingga mengakibatkan terjadi dwelling time yang tak kunjung diselesaikan sesuai dengan amanah Presiden Jokowi, yaitu dua hari karena antrean kapal menuju ke Surabaya dan Jakarta,” ujarnya.

Karena adanya pola dua titik perdagangan tersebut membuat logistic cost (biaya logistik) di Kawasan Timur Indonesia sangatlah mahal.

“Untuk itu Pelindo IV berupaya melakukan ekspor langsung atau direct call komoditi pilihan yang ada di pelabuhan di kawasan kerja Pelindo IV,” katanya.

Terkait ekspor tersebut, lanjutnya, selama tiga tahun ini Pelindo IV telah melakukan ekspor langsung ke luar negeri berkat dukungan Pemerintah Provinsi Papua, yaitu ekspor produk kayu olahan ke Cina, Korea, dan Jepang.

Doso mengungkapkan angka ekspor Papua sekarang masih kecil sehingga perlu dukungan dari dinas terkait untuk bisa memanfaatkan peluang untuk bisa ekspor.

“Kita memiliki potensi seperti kelapa di Sarmi semoga ini bisa dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Dengan terbangunnya ke-16 proyek strategis nasional, kata Doso, pihaknya mampu meningkatkan tiga kali lipat kapasitas dibanding terminal petikemas yang ada menjadi 2 juta teus (container-red).

“Artinya ini meningkatkan tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya 700 ribu teus per tahunnya, di mana ini tak termasuk proyek Petikemas Makassar, Makassar Newport, dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT),” ujarnya.

Ia mengakui dengan adanya penambahan fasilitas pelabuhan yang termasuk pada 16 pelabuhan PSN akan mendongkrak produktivitas dari 8-12 boks per jam menjadi 20-28 boks per jam.

”Sehingga ini meningkatkan kinerja menjadi tiga kali lipat,” katanya.

Doso mengakui selain pelabuhan dan fasilitasnya yang dibangun dalam PSN tersebut, juga dibangun terminal penumpang. Pembangunan tersebut akan meningkatkan pelayanan dan kenyaman dengan kapasitas terminal penumpang dari sebelumnya hanya 6.000 menjadi 11.700 penumpang per siklus kegiatan.

Ia menjelaskan delapan PSN yang menggunakan dana PMN adalah Pelabuhan Merauke, Jayapura, Manokwari, dan Pelabuhan Sorong di Papua. Sedangkan di luar Papua adalah Pelabuhan Ternate, Bitung, Kendari, dan Pelabuhan Tarakan.

Dengan investasi yang dilakukan Pelindo IV, kapasitas 16 pelabuhan yang masuk dalam PSN yang diresmikan tersebut akan meningkat cukup signifikan, yaitu antara 50 persen hingga 500 persen atau sekitar lima kali lipat.

Kepala Cabang Pelindo IV Jayapura, Muhajir, mengatakan pembangunan dermaga di Pelabuhan Jayapura menambah tambatan kapal.

“Penambahan dermaga dapat mengurangi antrean kapal berlabuh sehingga mempercepat bongkar-muat barang di pelabuhan,” ujarnya.

Untuk itu, pengembangan Pelabuhan Jayapura akan dilakukan di luar kota karena secara geografis tidak memungkinkan lagi dikembangkan di masa depan. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top