Surya Anta lantunkan Misteri Kehidupan jelang sidang dakwaan

Surya Anta, dan kawan-kawan menyanyikan Misteri Kehidupan, sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2019 - Antara/ Livia Kristianti.
Surya Anta lantunkan Misteri Kehidupan jelang sidang dakwaan 1 i Papua
Surya Anta, dan kawan-kawan menyanyikan Misteri Kehidupan, sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2019) – Antara/ Livia Kristianti.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Surya Anta, dan kawan-kawan melantunkan doa serta nyanyian bersama di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). Adegan itu diunduh bahkan ditayangkan langsung di media sosial oleh sejumlah pengunjung sidang.

Sebanyak tiga rekan Surya mengenakan ikat kepala beserta hiasan khas Papua. Mereka ialah Dano Tabuni, Arina Elopere, dan Ambrosius Mulait. Keenam orang tersebut berdoa sembari membentuk lingkaran, sesaat setelah dipersilahkan duduk di ruang sidang.

Selepas berdoa, mereka berbaris dan menyanyikan Misteri Kehidupan. Lagu tersebut ciptaan aktivis Papua, mendiang Arnold Clemens Ap.

Mengutip pemberitaan tempo.co.id, Surya menuturkan lagu itu dinyanyikan mereka untuk mengenang Arnold yang juga budayawan sekaligus antropolog dari Papua Barat. Lagu tersebut diciptakan Arnold sewaktu mendekam di penjara.

“Meskipun berhasil melarikan diri, Arnold pada akhirnya ditembak Komando Pasukan Khusus. Kami mengenangnya sekarang, dan selama-lamanya, wa wa wa,” ucap Surya.

Antara melaporkan, Surya dan lima rekannya memasuki ruang sidang sekitar Pukul 16.00 WIB, tetapi hingga satu jam berlalu, persidangan terhadap mereka belum juga dimulai. Sidang kali ini merupakan kelanjutan dari sidang yang tertunda pada pekan lalu. Agendanya ialah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Loading...
;

Persidangan hari ini mendapat penjagaan lebih ketat dari petugas keamanan. Sejumlah polisi ditempatkan di ruang sidang, dan memeriksa barang bawaan setiap pengunjung.

Surya Anta, dan kawan-kawan diajukan ke persidangan setelah ditangkap polisi karena mengibarkan Bendera Bintang Kejora. Aksi itu dilakukan saat unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, akhir Agustus silam. Mereka dituduh melakukan makar. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top