Sutradara muda Vanuatu ceritakan kisah pandemi lewat Film Pendek

Riley John dan kelompoknya baru-baru berpartisipasi dalam festival film Native Lens Film Festival. - Solomon Times

Papua No.1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – “Industri perfilman di Kepulauan Solomon masih dalam tahap awal, tetapi sudah perlahan-lahan mencapai kami di komunitas pedesaan,” kata Riley John, salah satu pendiri Longa Boys, sekelompok pembuat film muda yang berbasis di Belaha, Provinsi Central Guadalcanal di Kepulauan Solomon.

Riley adalah seorang anak muda yang kreatif dengan mimpi besar, ia bercita-cita untuk menyutradarai film dengan anggaran besar suatu hari nanti, dengan fokus pada banyak cerita budaya dari Guadalcanal dan daerah-daerah lainnya dari Kepulauan Solomon.

Riley mengatakan bahwa mereka sangat optimis akan masa depan industri ini dan ingin mendorong agar semakin banyak konten lokal. Grupnya baru-baru ini menerima hadiah karena berpartisipasi dalam festival film Native Lens Desember tahun lalu.

Dia mengatakan meskipun mereka menerima pemberitahuan mendadak, ia dan timnya dapat mempersiapkan film pendek berdurasi 5 menit.

“Pemberitahuan itu datang dalam waktu yang singkat, tapi saya bersyukur kami berhasil menyelesaikannya tepat waktu, yang paling penting adalah kami bisa membagikan cerita kami, apa yang kami lihat setiap hari di komunitas dan rumah kami.”

“Kehidupan selama pandemi ini jauh lebih menantang, terutama dengan masalah KDRT.”

Loading...
;

“Jadi tim kami ingin mengirimkan pesan bahwa setiap orang harus memainkan peran yang sama selama pandemi Covid-19 ini. Kami ingin cerita kami mengajarkan dan membantu semua orang paham bahwa kami semua bersama-sama dalam keadaan ini,” katanya.

Dia mengatakan bahwa menyusun sebuah film pendek itu memerlukan kesabaran, dan penting sekali untuk merencanakan apa yang ingin direkam dalam film itu sebelum pengambilan gambar dilakukan.

“Seperti desa-desa lain Anda melihat orang-orang melakukan hal-hal yang, beberapa di antaranya hanya karena mereka bosan, terutama untuk anak-anak muda, tetapi yang lain lebih serius, seperti KDRT, itu yang menjadi fokus kami,” ungkap Riley.

Kelompok ini tidak memiliki peralatan syuting yang memadai, mereka hanya menggunakan ponsel android dan aplikasi seluler untuk mengedit.

Riley adalah sinematografer utama dan editornya, dan mengatakan bahwa dia belajar autodidak, ia berharap dapat memotivasi pembuat film lain dari masyarakat pedesaan.

“Saya biasanya melihat video-video di Facebook, terutama video komedi, dan dari situ mendorong saya untuk mencoba melakukan hal yang sama sebaik mungkin. Berpartisipasi dalam Native Lens telah membuka mata saya, jadi saya akan terus mengejar impian saya untuk terus membuat film.

Native Lens Film Festival adalah acara tahunan yang dimulai pada 2019. Diselenggarakan oleh dua sutradara muda setempat, Regina Lepping dan Georgina Lepping. (Solomon Times)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top