HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Suwita ancam copot pejabat Mamberamo Raya yang rajin membolos

Sekreataris Daerah Kabupaten Mamberamo Raya, Suwita (kemeja putih) melakukan inspeksi mendadak di Mamberamo Raya, Kamis (28/2/2019). - Jubi/Dok Humas Kabupaten Mamberamo Raya
Sekreataris Daerah Kabupaten Mamberamo Raya, Suwita (kemeja putih) melakukan inspeksi mendadak di Mamberamo Raya, Kamis (28/2/2019). – Jubi/Dok Humas Kabupaten Mamberamo Raya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelayanan publik di Kabupaten Mamberamo Raya terbengkalai selama dua tahun terakhir gara-gara sebagian besar pegawai negeri sipil di Mamberamo Raya membolos. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Memberamo Raya, Suwita pada Kamis (28/2/2019) pukul 09.30 WP, hanya ada lima pegawai negeri sipil Sekretariat Daerah Kabupaten Mamberamo Raya berada di kantor dan bekerja.

Suwita menyatakan sebagian besar pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra) terlanjur terbiasa membolos kerja dalam jangka waktu lama. Bukan hanya pegawai biasa, di antara para PNS yang rajin membolos itu juga terdapat para pejabat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala bagian yang sudah lama meninggalkan tempat tugas. Suwita menyatakan tidak akan ragu mencopot pejabat yang tetap mangkir kerja.

“Pola seperti itu mesti diubah. Aparatur Sipil Negara yang malas akan ditindak tegas, karena mereka di tempatkan di Mamberamo Raya untuk bekerja dan bukan jalan-jalan,” kata Suwita saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (1/3/2019).

Suwita yang baru dilantik menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Mamberamo Raya pada Selasa (26/2/2019) itu memerintahkan seluruh PNS yang meninggalkan lokasi kerja segera kembali ke Mamberamo Raya. Suwita akan membuat radiogram penggilan kepada semua PNS Mamberamo Raya untuk kembali bekerja, dan mengumumkan perintah itu melalui media massa.

PNS yang mengabaikan radiogram akan mendapatkan teguran tertulis. Jika tiga teguran tertulis diabaikan, para PNS yang membolos akan dijatuhi sanksi yang lebih keras. “Jika perlu diganti, masih ada orang lain bisa bekerja di Mambra,” ucapnya.

Para PNS dan pejabat yang tidak sanggup bekerja di Mamberamo Raya diimbau mengundurkan diri, karena masih banyak putra-putri daerah setempat yang dapat mengemban amanat memimpin sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya. Suwita akan mengumpulkan seluruh staf dan pejabat setempat, untuk menyepakati komitmen baru bahwa seluruh PNS di Mamberamo Raya harus berhenti membolos.

Loading...
;

“Saya yakin bupati memahami kebijakan itu, karena masyarakat ingin perubahan dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan. Kalau tidak di tempat tugas, bagaimana dapat melayani masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, usai melantik Suwita pada Selasa (26/2/2019), Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa meminta Suwita segera memulihkan pelayanan publik di sana. “Pada dasarnya, masyarakat Mambra itu baik hanya saja pemerintah tidak melayani maksimal, akhirnya timbul kecemburuan,” kata Dasinapa. Dasinapa meminta maaf kepada masyarakat Mambra karena pelayanan publik yang telah macet selama dua tahun itu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa