Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Tagih jatah rastra, 16 panti asuhan dan asrama datangi kantor bupati

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi – Pengurus beserta penghuni 13 panti asuhan dan mahasiswa/mahasiswi asrama keperawatan, Kamis (25/10/2018), mendatangi kantor Bupati Jayawijaya, mempertanyakan jatah beras sejahtera (rastra) yang sudah hampir enam bulan tidak diterima.

Dalam aksi demo itu, mereka minta kejelasan dari pemerintah karena sudah tidak lagi mendapatkan jatah beras dan juga meminta agar kepolisian menindaklanjuti masalah ini jika memang ada dugaan tindak penyalagunaan penyaluran beras sejahtera tahun ini.

Tagih jatah rastra, 16 panti asuhan dan asrama datangi kantor bupati 1 i Papua

Koordinator panti asuhan Jayawijaya, Yakobus Wuka, menyebutkan mereka berpatokan pada SK yang dikeluarkan 18 tahun lalu dimana mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, pernah mengeluarkan surat keterangan untuk seluruh Papua, setiap panti asuhan itu berhak mendapatkan penyaluran beras pemerintah sesuai dengan alokasi yang ditentukan.

“Setiap bulan beras memang keluar dari gudang Dolog, hanya saja untuk panti asuhan dan asrama biasanya terima tiga bulan sekali bahkan sebagian besar belum pernah kami terima, sehingga kami perlu mendapatkan penjelasan dari pemda lewat aksi demo ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan jika hal ini telah dikoordinasikan dengan Polres Jayawijaya dan Kapolres meminta agar beras jatah panti asuhan dan asrama sebelum bulan Agustus ini sudah keluar, namun untuk panti–panti asuhan belum terima.

“Kami ingin tahu beras yang sudah dikeluarkan ini ada dimana? Kami minta kepolisian bisa melakukan penyelidikan karena ini merupakan hak orang miskin, masa kita sudah miskin baru dirampok lagi,” ujar dia.

Loading...
;

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo, yang menerima pendemo mengungkapkan jika program rastra ini merupakan program Kementrian Sosial untuk membantu kepada masyarakat miskin. Namun yang demo ini anak–anak dari panti asuhan dan asrama yang selama ini mendapat kebijakan khusus dari pemda untuk memfasilitasi kebutuhan mereka.

“Ini merupakan kebijakan dari pimpinan, karena jatah khusus untuk panti asuhan dan asrama itu tidak ada, baik dalam SK maupun juknis, namun kalau ada lebih setelah disalurkan ke distrik dan kampung barulah kita bisa mengambil kebijakan membagi untuk mereka, namun sebenarnya kalau mereka dari kampung mana maka mereka berhak dapat dari kampung itu,” ujar Walilo.

Sekda menjelaskan ada kekeliruan yang terjadi dimana beras yang dikeluarkan itu kuotanya berkurang sehingga pemerintah belum bisa menyalurkan, nanti kalau ada kelebihan dari itu maka pasti akan
diturunkan tetapi jelas tidak sama dengan kuota yang didapatkan beberapa waktu lalu.

“Khusus Jayawijaya untuk kuota rastra itu ada kesalahan data yang dikirim ke kementerian, bahkan Distrik Wesaput juga tak ada kuota yang didapatkan, tapi jangan sampai masyarakat menuntut kami sehingga kebijakan pimpinan meminta kepada distrik yang lain untuk dibagi rata,” katanya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top