Follow our news chanel

Tahanan Polres Biak meninggal, Wakapolres: Kami profesional

Pertemuan Wakapolres Biak, Kompol Tonny Upuya dengan warga dan keluarga Ronaldo Yawan, Sabtu (20/7/2019) – Jubi/Imanuel Rumayom.
Tahanan Polres Biak meninggal, Wakapolres: Kami profesional 1 i Papua
Pertemuan Wakapolres Biak, Kompol Tonny Upuya dengan warga dan keluarga Ronaldo Yawan, Sabtu (20/7/2019) – Jubi/Imanuel Rumayom.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakapolres Biak Numfor, Papua Komisaris Polisi Tonny Upuya menyatakan pihaknya telah bekerja profesional dan tidak ada yang ditutupi polisi dalam pengungkapan meninggalnya tahanan Polres setempat, Ronaldo Yawan (21).

Ronaldo Yawan ditemukan meninggal dalam sel tahanan Provost Polres Biak, 15 Juni 2019 sekitar pukul 08.00 Waktu Papua (WP). Ia ditemukan dalam kondisi leher terlilit ikat pinggang yang diikatkan di jeruji jendela sel tahanan dengan kaki melayang beberapa jengkal dari lantai.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi dan tim dokter forensik yang mengautopsi jenazah korban menyatakan tahanan itu meninggal akibat gantung diri.

“Hasi autopsi tim dokter forensik menyatakan Ronaldo meninggal akibat gantung diri. Kami minta masyarakat menahan diri. Kami bekerja profesional. Sembilan anggota kami yang dianggap lalai melaksanakan tugas, juga telah disidang disiplin,” kata Kompol Tonny Upuya via teleponnya kepada Jubi, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, meski keluarga korban dan masyarakat sempat memalang akses jalan dari Kampung Yafdas menuju Pasar Darfuar, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor namun palang telah dibuka dan situasi di kabupaten itu hingga kini kondusif.

“Memang ada tuntutan masyarakat dan keluarga karena kurang puas. Mungkin karena ada kajian-kajian dari Komnas HAM, tapi kami sudah klarifikasi. Saya minta keluarga dan masyarakat menahan diri,” ucapnya.

Loading...
;

Katanya, jika ada pihak-pihak yang tidak puas dengan penanganan polisi silahkan menempuh jalur hukum. Polres Biak Numfor akan menghadapi ketidakpuasan itu secara hukum. Namun diharapkan, tidak ada kepentingan tertentu di balik ketikdapuasan dalam kasus meninggalnya Ronaldo Yawan.

“Kami harap jangan sampai ada embel-embel di balik semua itu karena hasil tim dokter forensik sudah jelas. Tahanan itu meninggal dunia karena bunuh diri,” ujarnya.

Polres Biak bersama Komnas HAM perwakilan Papua lanjut Kompol Upuya, telah melihat kembali rekaman CCTV yang memantau sekitar sel tahanan ditemukannya korban. Jika ada pihak yang tidak puas, rekaman CCTV itu dapat dilihat kembali.

Terkait rekaman gambar CCTV yang tidak jelas di sekitar sel tahanan beberapa jam sebelum Rolando Yawan ditemukan kata Kompol Tonny Upuya, itu disebabkan adanya gangguan pada kamera pemantau.

“Memang pada malam harinya, CCTV sempat gangguan. Perlu orang IT untuk itu. Tidak bisa menuding segala macam. Tapi saya maklumi situasi yang terjadi. Mari bersama mengawal ini. Kan sudah dilaporkan ke Komnas HAM perwakilan Papua dan lainnya. Anggota kami yang dinilai lalai sudah disidang disiplin dan sudah dilaporkan ke Polda secara berkala,” katanya.

Sementara Imanuel Rumayon, penasihat hukum keluarga Rolando Yawan mengatakan keluarga meminta polisi transparan mengungkap penyebab kematian korban.

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang dianggap keluarga janggal dalam meninggalnya korban. Keluarga mempertanyakan darimana ikat pinggang yang digunakan korban gantung diri.

“Menurut keluarga, semasa hidupnya korban hampir tidak pernah memakai ikat pinggang,” kata Imanuel Rumayon.

Selain itu menurutnya, rekaman CCTV yang memantau sekitar ruang sel korban, tidak jelas sekitar jam 01.00 WP hingga jam 05.00, WP pada 15 Juni 2019.

Keluarga ingin polisi berupaya membuka rekaman tangkapan kamera CCTV pada waktu gambar tidak jelas, agar dapat diketahui apa yang terjadi di sekitar sel korban ketika itu. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top