Tahiti Gugat Prancis ke Mahkamah Internasional

Jayapura, Jubi – Gereja Protestan Tahiti menggugat Prancis melalui Mahkamah Pidana Internasional gara-gara menggelar ujicoba senjata nuklir di wilayahnya. Selain membahayakan, praktek ujicoba senjata nuklir sebanyak 193 kali di wilayah Tahiti itu dianggap sebagai kejahatan terhadap nilai kemanusiaan.

Radionz.co.nz melaporkan pada Selasa, 9 Agustus 2016, keputusan itu diambil dalam sebuah sidang gereja Protestan Maohi di Tahiti. Sekretaris jenderal gereja Protestan Tahiti, Celine Hoiore mengatakan pihaknya akan segera memperkarakan Prancis ke Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda. Gereja Protestan memutuskan itu setelah melihat banyaknya kerugian yang diderita rakyat Tahiti dan seluruh orang Polinesia akibat tes senjata nuklir di wilayahnya.

Jemaat Gereja Protestan Tahiti/ RNZI
Jemaat Gereja Protestan Tahiti/ RNZI

Langkah gereja Protestan ini didukung tokoh prokemerdekaan, Oscar Temaru. Tokoh yang mengusung kampanye dekolonisasi di Tahiti itu bahkan membantu upaya kampanye di forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Selain Temaru, presiden Prancis-Polinesia, Edouard Fritch juga memperjuangkan hal itu di PBB.

Menanggapi rencana gereja Protestan itu, Komisioner Tinggi Prancis untuk Polinesia, Rene Bidal mengatakan bahwa ujicoba senjata nuklir di Pasifik Selatan tidak melanggar nilai kemanusiaan. Menurut dia, pelanggaran nilai kemanusiaan itu merujuk pada pengadilan Nuremberg setelah Perang Dunia II yang mencakup pembunuhan, pemusnahan, dan deportasi massal. Oleh karena itu, tuntutan gereja Protestan itu dia anggap tidak berdasar.

Terkait para korban terdampak ujicoba senjata nuklir, Bidal mengatakan pemerintah Prancis akan segera merevisi undang-undang yang mengatur pemberian kompensasi bagi korban agar lebih menguntungkan bagi korban. Selain itu, Prancis akan menambah bantuan fasilitas rumah sakit kanker di Tahiti.

Prancis telah menjadikan wilayah Pasifik Selatan sebagai kawasan ujicoba senjata nuklir sejak 50 tahun lalu. Kendati perang dingin sudah berakhir, Prancis tetap meneruskan serangkaian uji coba senjata membahayakan itu di kawasan yang berdekatan dengan Tahiti. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top