TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Taiwan sebut punya hak membalas ancaman militer Cina

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Taiwan punya hak membalas intimidasi dan ancaman militer Cina. Hal tersebut disampaikan terkait aksi Cina menerbangkan 18 pesawat militer mereka ke wilayah penerbangan Taiwan tanpa izin pekan lalu.

“Kami memiliki prosedur yang jelas untuk merespon intimidasi atau ancaman dari armada musuh. Kami memiliki hak untuk bertahan dan melakukan balasan dan hal itu sudah diatur dalam panduan untuk mencegah eskalasi konflik,” ujar pernyataan pers Kementerian Pertahanan Taiwan, Senin, (21/9/2020).

Baca juga : Pascapemilu Taiwan, China ajak dunia tetap patuhi kesatuan 

Pemimpin Taiwan tolak tawaran China 

Ini langkah Taiwan saat AU China patroli pulau

Tercatat tensi dengan Cina memanas setelah diplomat Amerika berkunjung ke Taiwan selama tiga hari pada pekan lalu. Cina tidak menyukai kunjungan tersebut, menganggapnya sebagai ancaman atas upayanya untuk mengklaim Taiwan sebagai bagian negeri tirai bambu.

Untuk menunjukkan sikap, Cina menggelar latihan militer bersama di selat Taiwan. Selain itu, 18 pesawat militer diterbangkan ke wilayah penerbangan Taiwan. Beberapa di antaranya adalah pesawat tempur dan pesawat bomber. Hal itu berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu.

Aksi Cina mendorong respon balasan dari Taiwan. Pesawat jet tempur Taiwan diluncurkan untuk mengusir pasukan Cina. Sementara itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyebut Cina sebagai ancaman regional.

“Kami tidak akan memprovokasi, tetapi kami tidak takut akan musuh kami,” ujar pernyataan pers Kementerian Pertahanan Cina.

Surat kabar milik Cina, dalam tajuk rencananya menyinggung insiden di Taiwan tersebut. Mereka menyebut Amerika mencoba memperalat Taiwan untuk memuluskan jalannya melawan Cina. Cina menegaskan bahwa mereka tidak akan terpengaruh dan akan tetap berupaya mengklaim Taiwan sebagai miliknya.

“Pemerintah Amerika tidak perlu khawatir dalam keputusasaannya untuk menangkal kebangkitan Cina,” tulis surat kabar tersebut.

Angkatan Udara Cina juga memprovokasi dengan mempublikasikan video simulasi serangan ke pangkalan militer Amerika. Adapun yang dijadikan sasaran adalah pangkalan Lanud Andersen di Guam. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us