HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tak ada bukti spesifik Iran akan serang sejumlah kedubes AS

Ilustrasi serangan tentara, pixabay.com
Tak ada bukti spesifik Iran akan serang sejumlah kedubes AS 1 i Papua
Ilustrasi stop serangan teror, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi– Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper, mengatakan tidak melihat bukti spesifik dari pejabat intelijen bahwa Iran akan menyerang empat kedutaan besar AS, sebagaimana pernyataan oleh Presiden Donald Trump dalam membenarkan kematian jenderal besar Iran.

Saat Esper mengatakan dirinya sepakat dengan Trump bahwa ada potensi serangan susulan terhadap kedutaan besar AS, Esper menuturkan di “Face the Nation” CBS bahwa pernyataan Trump kepada Fox News tidak berdasarkan pada bukti spesifik tentang serangan empat kedubes.

Tak ada bukti spesifik Iran akan serang sejumlah kedubes AS 2 i Papua

“Apa yang telah disampaikan presiden adalah bahwa mungkin akan ada serangan susulan terhadap kedubes. Saya berbagi pandangan itu,” kata Esper, Minggu, (12/1/2020).

Baca juga : Serangan Iran bertujuan membunuh personel AS

Jenderal penting Iran tewas dalam serangan roket di Irak

Serangan roket di pangkalan Balad Irak lukai sejumlah orang

Ketika didesak apakah pejabat intelijen memberikan bukti konkret soal itu, ia menjawab  “Saya tidak melihatnya sehubungan dengan empat kedubes”

Sejak mengkonfirmasi bahwa pemimpin militer Iran Qassem Soleimani tewas dalam serangan udara AS di Baghdad, pejabat pemerintah mengklaim mereka bertindak lantaran adanya potensi serangan dalam waktu dekat terhadap diplomat dan anggota dinas Amerika di Irak dan di seluruh kawasan tersebut.

Pejabat Partai Demokrat dan segelintir pejabat Partai Republik di Kongres mempertanyakan pembenaran serangan tersebut. Mereka juga mengaku tidak diberikan penjelasan memadai dan terperinci soal serangan.

Trump pada pekan lalu mengatakan Iran mungkin telah menargetkan kedutaan besar AS di Baghdad dan berniat menyerang empat kedubes AS sebelum Soleimani tewas dalam serangan pesawat nirawak AS pada 3 Januari. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top