Follow our news chanel

Tak ada penadah, tangkapan ikan nelayan lokal dibuang

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi – Para nelayan lokal di Distrik Kimaam dan Distrik Waan, Kabupaten Merauke mengungkapkan keluhanya setelah ikan tangkapan mereka tidak terjual. Tak ada penadah yang dapat membeli dan menampung, setelah perusahaan di Wanam, Distrik Ilwayab ditutup beberapa tahun silam.

Pastor Paroki Batu Merah-Kimaam, Romo Silvester Tokio kepada Jubi, Kamis (8/2/2017) mengatakan, ada nilai positif dan negatif pasca ditutupnya moratorium perikanan yang mengakibatkan penutupan perusahaan asing di Wanam. Kalau nilai positifnya ikan bertambah banyak dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan saat hendak membuang jaring.

Hanya saja, lanjut Romo Silvester, hasil tangkapan  ikan jenis kakap, kerabu serta beberapa jenis lain berlebih.

“Saya melihat langsung ikan dibuang nelayan lokal Papua setelah melakukan  pelayanan di kampung-kampung. Ya, karena tak ada yang bisa membeli sekaligus menampung,” tuturnya.

Secara umum, demikian Pastor Silvester, kehidupan masyarakat setempat adalah nelayan. Jika hasil tangkapan ikan tidak terjual, otomatis merela tak dapat  membeli beras serta beberapa kebutuhan pokok lain.

Secara terpisah salah seorang warga Kimaam, Emanuel Buyuka mengakui jika potensi yang dimiliki masyarakat di Waan serta Kimaam adalah ikan dan menjadi salah satu sumber pendapatan.

Loading...
;

“Memang sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat kesulitan menjual ikan, lantaran salah satu perusahaan asing di Wanam yang biasa menampung ikan, tak beroperasi lagi, setelah adanya moratorium dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top