Follow our news chanel

Tak ada penyakit menonjol di Puskesmas Wanggar Sari

Seorang pasien rawat inap di Puskesmas Wanggar Sari, Nabire – Jubi/Titus Ruban.
Tak ada penyakit menonjol di Puskesmas  Wanggar Sari 1 i Papua
Seorang pasien rawat inap di Puskesmas Wanggar Sari, Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Kesehatan, Puskesmas Rawat Inap Wanggar sari, Sri Taati, menyatakan, tidak ada penyakit menonjol di Puskesmas yang dipimpinnya.

Sejauh ini katanya, penyakit yang tercatat antaralain Ispa, penyakit degeneratif seperti asam urat, colesterol, AIDS, penyakit jaringan otot , malaria, gasteritis, penyakit kulit infeksi dan anemia.

“Tidak ada yang menonjol dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Hanya penyakit umum biasa,” ujar Sri Taati, kepada Jubi. Senin (3/2/2020).

Sehingga untuk pencegahan kata Taati, pihaknyaa terus meningkatkan pelayanan dalam bentuk promotif dan preventif, baik di dalam mau pun luar gedung melalui wadah forum komunikasi kepada seluruh masyarakat dan meningkatkat inovasi di Puskesmas Wanggar.

“Tujuannya tak lain untuk menciptakan masyarakat sehat mandiri, melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK),” kata ia.

Kata Sri Taati, program kegiatan PIS – PK dengan 12 indikator dengan jumlah kegiatan di luar gedung sebanyak 62 dalam 1 bulan. Ini merupakan program rutin. Sementara untuk di dalam gedung petugas dan fasilitas sangat mendukung, baik untuk rawat inap atau rawat jalan. Ini didukung dengan satu dokter dan perawat yang rata – rata diploma 3 dan strata satu di bidang kesehatan.

Loading...
;

Maka, untuk program tahun 2020, terang Taati, pihaknya akan lebih intens pada kegiatan promotif dan preventif melalui forum SMS Center. Dimana sasaran program lebih mendalam dalam 12 indikator PIS – PK yang di dukung dengan berbagai macam aplikasi offline atau online.

“Jadi kami ada punya sistem pelayanan yang namanya SIP (Sistem Informasi Puskesmas), ini sangat mendukung walaupun jaringan internet masih sering lambat,” terangnya.

Sementara itu, Imam Safingi, salah seorang petugas di puskesmas itu menambahkan, pihaknya kerap melakukan kunjungan ke rumah – rumah bila pasien tidak sempat ke puskesmas. Ini sekaligus sebagai bentuk binaan kepada keluarga.

“Jadi kami akan ke rumah penduduk untuk layani ibu hamil, nifas dan neonatus termasuk dasawisma. sebab untuk dasawisma memiliki alat kesehatan yang bertujuan untuk deteksi dini guna penanganan lanjut,”tandasnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top