HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tak ada perlakuan khusus bagi ODHA hadapi Covid-19

Ilustrasi corona – Jubi/sehatq.com
 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Kepala Puskesmas Bumiwonorejo, Distrik Nabire, dr Pingki Pancawandana, mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, tidak ada perlakuan khusus dari petugas kesehatan kepada pasien berstatus ODHA (orang hidup dengan HIV-AIDS).

“Tidak ada perlakukan khusus bagi mereka,” ujar dr Pingki di Nabire, Selasa (24/3/2020).

Menurutnya, yang ditekankan kepada pasien ODHA adalah jangan sampai lupa untuk mengkonsumsi obat ARV (antiretro viral), yang harus dikonsumsi seumur hidup.

Sebab dengan rutin minum obat ARV, pasien sudah memiliki imunitas atau kekebalan tubuh yang bagus untuk menangkal virus atau kuman lainnya.

“Jadi status imunitasnya sama dengan orang yang bukan ODHA,” jelasnya.

Lebih jauh kata dr Pingki, kekebalan tubuh orang dengan HIV akan cenderung menurun, tetapi dengan minum ARV kekebalan tubuh ODHA bisa sama dengan orang yang HIV negatif.

Loading...
;

Pingki menambahkan seorang ODHA meski sudah konsumsi ARV tapi masih menerapkan gaya hidup tidak sehat tetap akan rentan terinfeksi penyakit karena gaya hidup itu yang memancing kekebelan tubuhnya melemah lagi.

“Maka dengan gaya hidup yang sehat dan mengikuti semua aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menjaga jarak dan karantina di rumah, tidak merokok dan makan makanan yang tinggi gula dan garamnya. Begitu juga pasien ODHA, asal jangan sampai lupa minum ARV,”
kata dia.

Terkait penularan corona, orang dengan imunitas yang baik terkadang hanya sebagai carrier (pembawa) dan tidak menunjukkan gelaja sakit. Mereka yang memiliki imunitas rendah akan lebih rentan tertular dibanding mereka yang memiliki imunitas bagus.

Terkait pengaruh kondisi saat ini dengan ODHA yang saat ini sedang menjalani terapi ARV, Pingki khawatir, jangan sampai ada pasien ODHA yang berusaha menimbun obat karena takut datang ke kota atau  puskesmas. Terutama pasien ODHA yang tidak berada di Nabire, berusaha untuk mengambil lebih banyak.

Baca juga  Pemuda Papua diajak jauhi minuman beralkohol

Tetapi, imbuhnya, ARV tidak bila diberikan lebih karena perkembangan kesehatannya harus terpantau. Maka dia berharap kepada pasien ODHA agar terus datang kontrol ke layanan kesehatan terdekat.

“Jadi kami berharap mereka (ODHA) tetap melakukan pengecekan diri di layanan terdekat di tempat tinggalnya. Misalnya di Dogiyai atau Paniai. Sebab maksimalnya pemberian dalam tiga bulan sebesar jatah yang sudah disediakan,” jelasnya.

Terpisah, seorang pasien ODHA, AN, mengatakan walaupun ada larangan beperian keluar rumah namu n dirinya tidak khawatir sebab sudah mengambil jatah obat ARV untuk tiga
bulan ke depan.

“saya tidak khawatir sebab sudah ambil jatah ARV untuk tiga bulan ke depan,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa