HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tak ada quick count, hasil referendum Bougainville diumumkan sekali

Presiden Pemerintah Otonomi Bougainville, Dr John Momis, mengisyaratkan mungkin diperlukan waktu sampai lima tahun untuk perundingan kemerdekaan Bougainville. – PACNEWS/ Makereta Komai

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Hasil referendum Bougainville untuk menentukan nasib sendiri dari Papua Nugini hanya akan disampaikan sekali. Proses verifikasi, pemeriksaan, dan penghitungan surat suara akan dimulai di pusat penghitungan suara di Buka, setelah proses pemungutan suara selesai pada tanggal 7 Desember.

Menurut Bertie Ahern, kepala Bougainville Referendum Commission, komisinya berharap dapat menyelesaikan penghitungan suara sebelum 20 Desember.

“Mengingat tingginya sentimen atas referendum ini, kami hanya akan mengumumkan satu hasil penghitungan suara, yaitu hasil akhir, agar tidak membingungkan orang-orang.”

Disadur dari Pacific Islands News Association, pada saat membuka referendum, Presiden Pemerintah Otonomi Bougainville, Dr John Momis, telah mengisyaratkan mungkin diperlukan waktu hingga lima tahun bagi masyarakat Bougainville untuk merundingkan kemerdekaannya dengan PNG.

Setelah memilih, Dr Momis berkata ia ‘yakin’ hasil referendum ini akan dimenangkan oleh pilihan nomor 2, untuk merdeka dari PNG.

“Bougainville sedang berada di ambang kebebasan, dan kerinduan kita adalah untuk membebaskan orang-orang kita dan membantu mereka bebas dalam memutuskan dan mengatur urusan mereka sendiri, serta melindungi dan memajukan kepentingan bersama orang-orang Bougainville.”

Loading...
;

“Bisa jadi lima tahun, selama hasil akhirnya disetujui,” tutur Dr. Momis.

Jika sebagian besar orang-orang Bougainville memilih untuk merdeka, menurut Momis, Perjanjian Perdamaian Bougainville itu cukup jelas, Pemerintah Nasional dan Pemerintah Otonomi Bougainville akan merundingkan satu hasil yang disepakati oleh kedua pihak.

“Kita harus duduk dan mendiskusikan hasil referendum, yang menurut saya ‘merdeka’ akan lebih banyak dipilih,” kata Momis.

Referendum masih dilanjutkan di Bougainville, PNG, Australia dan Kepulauan Solomon hingga 7 Desember mendatang. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga  Kehadiran Mapolres Dogiyai terus menuai penolakan

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa