Follow our news chanel

Tak banyak Petani OAP di Kota Jayapura

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi – Tidak banyak pedagang Orang Asli Papua (OAP) yang berjualan dengan hasil pertaniannya sendiri.

Saat ini pedagang OAP yang berdangang sayur-mayur lebih banyak melakukan jual beli. Mereka membeli dari petani sayur di pasar Youtefa, kemudian menjual kembali di pasar Numbay atau pasar mama-mama Papua di Jantung Kota Jayapura.

“Diperkirakan sekira 70 persen mama yang berjualan merupaka hasil beli di pasar Youtefa," Koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) Frankly Warer di Kota Jayapura, Papua, Kamis (18/10/2018).

Setiap hari pedagang OAP yang mayoritas adala perempuan itu menghabiskan waktu cukup banyak. Mereka bangun pukul 03.00 subuh ke pasar Youtefa.

"Mereka lalu mulai berjualan sampai pukul 09.00 pagi. Mereka pulang ke rumah, lalu kembali berbelanja lagi untuk berjualan pada sore hari. Mereka mulai berjualan pukul 05.00 sore sampai pukul 11.00 malam. Mereka hanya tidur 2-3 jam saja, dan selebihnya mengurus dagangannya," ungkapnya.

Jika melihat pedagang OAP yang menjual hasil pertaniannya sendiri, maka 90 persen petani OAP itu hanya menguasai kebun nenas. Mereka yang memproduksi nenas di wilayah angkasa dan sekitarnya tetapi itu musiman.

Loading...
;

"Mereka tidak berjualan setiap hari. Mereka menjual kalau musim nenas," katanya.

Kondisi ini membuktikan OAP tidak bergerak di dunia produksi. OAP hanya bergerak di dunia distribusi dengan jumlah yang sedikit.

"Kita orang Papua lebih banyak konsumsi. Ini fakta kondis yang ada," katanya.

Warer melanjutkan, kondosi ini perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak.  Terutama, pemerintah daerah yang perlu menyediakan lahan bagi OAP untuk memproduksi. "Supaya kita memutuskan rantai ketergantungan," ujarnya.

Keprihatinan yang sama disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N. Awi. Ia mengatakan saat ini posisi orang Papua dalam berdagang.

"Aneh, barang yang kita makan tiap hari tidak ada yang kita jual di pasar," katanya.

Ia mencontohkan, tidak banyak OAP yang bergerak dunia jual pinang dan sagu empat pasar yang ada di Kota Jayapura, yakni Pasar Youtefa, Pasar Hamadi, Pasar Tanjung Ria dan Pasar Entrop.

"Kita bisa hitung. Yang jual itu pedagang nusantara," katanya.

Beberapa kondisi OAP, khususnya pedagang OAP kemudian mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua mendorong Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) Tentang perlindungan pangan lokal dan Pedagang OAP. Dalam Raperdasus itu menjelaskan memproduks hingga distribusii pangan lokal.

 "Yang punya tanah harus memproduksi. Yang punya tanah kasih yang mau produksi. Nanti hasilnya bisa diatur," kata Anggota DPR Papua, John Gobai.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top