Follow our news chanel

Tak dapat hunian sementara, sebagian korban gempa di Palu tinggal di tenda darurat

Ilustrasi pengungsi banjir bandang di tenda pengungsian Polomo Sentani - Jubi/Yance Wenda
Tak dapat hunian sementara, sebagian korban gempa di Palu tinggal di tenda darurat 1 i Papua
Ilustrasi pengungsi banjir bandang di tenda pengungsian Polomo Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palu, Jubi – Warga korban gempabumi 7,4 SR di Palu, Sulawesi Tengah masih banyak yang masih tinggal di tenda-tenda darurat, meski pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan peduli bencana alam telah membangun hunian sementara dan hunian tetap.

“Kami masih bertahan di tenda darurat, sebab tidak mendapatkan hunian sementara (huntara),” kata Bahtiar, warga korban gempa di kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Bara, Kamis, (26/3/2020).

Baca juga : Pemkab Mimika diingatkan fasilitasi pengungsi yang ingin kembali ke Tembagapura

Pengungsi banjir bandang harapkan bantuan ekskavator

Pansus Kemanusiaan DPR Papua kunjungi pengungsi Nduga di Jayawijaya

Ia mengatakan meski hanya tinggal di tenda darurat, namun mereka cukup bahagia karena masih ada warga lain yang tetap membawakan bantuan bahan makanan dan lainnya.

Loading...
;

Tetapi sejak wabah virus corona melanda Indonesia dan sudah meluas ke berbagai daerah, meski di Sulteng, termasuk Kota Palu belum ada warga yang dilaporkan positif terinfeksi virus corona penyebab Covid-19, ia mengaku sangat was-was terhadap penyakit itu.

“Terus terang hari-hari ini kami terus dihantui virus corona yang telah membunuh ribuan orang di berbagai negara, termasuk di Indonesia,” kata Bahtiar menambahkan.

Ia minta pemerintah atau instansi berwenang untuk melakukan penyemprotan di tenda-tenda darurat yang menjadi tempat tinggal sementara para pengungsi korban gempa di Palu yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Sikap yang sama juga diungkapkan Jaka, seorang pengungsi di Desa Wombo Kalonga, Kecamatan Palu Utara yang berharap penyemprotan disinfektan dilakukan di seluruh permukiman warga, termasuk warga yang masih ada di tenda-tenda darurat.

“Masih ada sejumlah warga yang tinggal di tenda darurat karena tidak mendapatkan Huntara,” kata Jaka yang rumahnya rusak akibat diterjang gempabumi beberapa tahun lalu.

Dia juga meminta pihak terkait untuk melakukan penyemprotan agar warga terhindar dari penularan virus corona.

“Kami sangat mendukungnya dan seharusnya semua pihak ikut mendukung langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah di daerah ini terkait upaya pencegahan virus corona,” katanya.

Tercatat pemerintah daerah memperketat penjagaan pintu masuk di Terminal Mamboro Palu dan setiap penumpang yang turun dari bus angkutan kota dalam provinsi dan angkutan kota antarporovinsi harus menjalani pemeriksaan oleh petugas dinas kesehatan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top