Follow our news chanel

Previous
Next

Tak hadiri rapat tuntutan hak ulayat, manajemen PT Angkasa Pura I akan dipanggil ulang

Bandara Sentani yang akan segera dikelola oleh PT Angkasa Pura I - Jubi/Engel Wally
Tak hadiri rapat tuntutan hak ulayat, manajemen PT Angkasa Pura I akan dipanggil ulang 1 i Papua
Bandara Internasional Sentani yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Manajemen PT Angkasa Pura I tidak memenuhi panggilan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Jayapura pada Kamis (12/3/2020) untuk membahas tuntutan uang pengganti hak ulayat atas lokasi Bandara Internasional Sentani. Komisi A akan memanggil ulang manajemen PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Sentani.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura, Hermes Felle menyesalkan ketidakhadiran manajemen PT Angkasa Pura I pada Kamis. Menurutnya, manajemen PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Sentani seharusnya datang untuk membicarakan solusi atas tuntutan uang pengganti atas 40 hektar tanah ulayat masyarakat adat Kampung Yahim dan Yobeh.

Felle menilai manajemen PT Angkasa Pura seperti berusaha menghindari pembahasan tuntutan hak ulayat itu. “Kesannya pengelola bandara terus menghindar dari apa yang dituntut masyarakat. Di lembaga ini, kami bisa mencari solusi terbaik,” ujar Felle saat ditemui di Sentani, Kamis (12/3/2020).

Felle menjelaskan pihaknya mengundang manajemen PT Angkasa Pura I karena menerima pengaduan dari masyarakat adat Kampung Yahim dan Yobeh. Masyarakat adat dari kedua kampung itu mengadu pemerintah belum melunasi uang pengganti hak ulayat atas lahan seluas 40 hektar yang digunakan sebagai areal Bandara Internasional Sentani.

“Masyarakat Kampung Yahim dan Yobeh memberikan surat kepada kami, [mengadukan] ada lahan 40 hektar yang belum dilunasi oleh pemerintah sejak digunakan sebagai bandara. Oleh sebab itu, perlu ada penjelasan serta solusi terbaik dari pertemuan ini,” kata Felle.

Felle menyatakan pihaknya akan memanggil ulang manajemen PT Angkasa Pura I untuk mencari solusi atas tuntutan masyarakat adat Kampung Yahim dan Yobeh. “Ada pertemuan kedua yang akan dilaksanakan lagi dalam waktu dekat. Kami harap pengelola bandara harus hadir,” tegas Felle.

Loading...
;

Ia mengingatkan, Kabupaten Jayapura akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2020. Bandara Internasional Sentani juga akan menjadi simpul transportasi utama para tamu PON XX Papua 2020. Felle ingin masalah yang terkait Bandara Internasional Sentani segera diselesaikan, karena tidak ingin terjadi aksi pemalangan saat PON XX Papua 2020 berlangsung.

Tokoh masyarakat adat Sentani, Agus Sokoy mengatakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus segera memperhatikan masyarakat adat Sentani selaku pemilik hak ulayat di Kabupaten Jayapura, termasuk areal Bandara Internasional Sentani. Ia berharap PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara akan mau hadir dan berdialog dengan para pemangku kepentingan lainnya.

“Sekarang ini masih tahapan saling koordinasi dan saling mendengar satu dengan lain. Baik pemerintah, DPRD, dan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat. Kesempatan itu seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pengelola bandara dan pemerintah daerah,” kata Sokoy.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top