Follow our news chanel

Tak kerjakan PR, guru pukul murid

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi- EW, inisial murid SMP Negeri 3 Megapura, Kabupaten Jayawijaya yang merupakan siswa kelas IX A, dipukul oleh kepala sekolahnya, akibat tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), Senin (21/1/2019)

Usai kejadian, para siswa siswi SMP 3 Megapura mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jayawijaya menggelar aksi protes atas tindakan tersebut.

Dan pada Selasa (22/1/2019) Dinas Pendidikan Jayawijaya mendatangi SMPN 3 Megapura untuk melakukan mediasi antara pihak keluarga EW dan sekolah.

Kepala sekolah SMP Negeri 3 Megapura, Asgar Belasius Biru saat mediasi mengaku jika bermula saat dia sedang mengajar pelajaran Bahasa Inggris di kelas IX A, sekitar pukul 09.30 WP.

Saat dimulainya pembelajaran, ia langsung mengecek soal foto copy persiapan ujian nasional. Namun murid-murid di kelas IX A menjawab belum diperbanyak. Lalu ia pun menanyakan PR yang diberikan minggu lalu.

“Sebagian besar murid tidak mengerjakan PR itu dan hanya dua tiga orang saja yang kerjakan PR, katanya.

Loading...
;

Ia mengaku memukul murid yang tidak mengerjakan PR. EW ini adalah orang keenam . Dia memukulnya dengan jagat atau tongkat. Setelah memukul siswa siswi ini, EW juga masih dalam keadaan biasa.

Setelah melanjutkan pemeriksaan PR siswa yang lain, sekitar 30 menit kemudian baru EW merasa sakit dan ia pun meminta teman EW mengantarkan ke meja piket.

“Setelah EW diantar ke guru piket, saya pun melanjutkan pelajaran dan saya suruh agar EW diberikan minum dan berbaring, sambil menangis tetapi tidak mau minum air yang diberikan,” ujar dia.

Setelah itu kata Asgar, dia dipanggil oleh guru lain untuk melihat kondisi EW. Ia pun melihat EW menangis.

“Yang saya pukul ini bukan hanya EW tetapi semua yang tidak kerja PR, ini saya lakukan bukan untuk niat mencelakakan atau mencederai, tetapi untuk mendidik untuk mereka berubah. Agar lebih disiplin dengan apa yang telah diberikan tugas oleh sekolah,” katanya.

EW tak kunjung bangun dari kursi panjang di ruang piket guru, akhirnya EW dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

“Saya langsung antar EW ini ke rumah sakit, dan saya jelaskan yang sebenarnya kepada petugas medis yang bertanya. Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengurus persyaratan rumah sakit, saya sempat ingin dianiaya oleh keluarga korban. Setelah kembali ke IGD rumah sakit, saya pun bertanya ke EW bahwa apa yang dilakukan ini bukan maksud apa-apa dan saya pun sudah minta maaf ke EW,” ujar dia.

Setelah itu EW pun bangun dan dokter di IGD rumah sakit nyatakan sudah dapat kembali ke sekolah atau pulang, karena EW sudah dinyatakan tidak ada masalah.

Kepala bidang pembinaan SMP Dinas Pendidikan Jayawijaya, Yohanes Lobja mengatakan, dengan kasus ini pihaknya langsung mengambil langkah dan mencari informasi tentang akar masalahnya.

“Memang tujuannya mendidik juga, hanya menurut penilaian orang lain bahwa itu termasuk tindakan yang agak di luar kewajaran, sehingga ada pihak keluarga yang keberatan. Makanya, hari ini kita lakukan pertemuan dengan sekolah, keluarga, komite sekolah dan kepala distrik, ujar Lobja.

Meski dalam pembicaraan sedikit alot, namun ia mengaku lega akhirnya kesepakatan dicapai antara pihak sekolah, dinas dan keluarga.

“Kami bersama sekolah sepakat memberikan biaya pengobatan kepada keluarga EW, namun hal ini bukan sebagai denda, tetapi kepedulian kami agar EW tetap dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan jika dinas akan melihat situasi atas tindakan yang dilakukan kepala sekolah tersebut, jika memang terbukti jelas akan ada sanksi yang diberikan.

“Setidaknya sanksi disiplin. Namun kita juga harus melihat dengan baik persoalan ini, dan dinas pun telah berulang kali menegaskan jika dalam melakukan tindakan, perlu melihat kesalahan dari siswa tersebut,” ujar dia. (*)
 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top