Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Infografis update kasus Covid-19 Papua Barat per 27 Juni 2021
Infografis perkembangan COVID-19 Provinsi Papua Barat, Minggu (27/6/2021) - Jubi/Satgas COVID-19 Papua Barat

Tambah 151, positif korona Papua Barat 10.320 kasus

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Kasus positif COVID-19 Papua Barat, Minggu (27/6/2021), bertambah 151 orang, berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni 39 orang, Manokwari 36 orang, Kota Sorong 33 orang, Fakfak 21 orang, Teluk Wondama 20 orang, dan Kabupaten Sorong 3 orang.

“Papua Barat hari ini ada tambahan 151 orang terinfeksi virus korona, sehingga total kasus positif di 13 kabupaten dan kota mencapai 10.320 orang atau sekitar 20,6 persen dari 50.107 orang yang diperiksa di provinsi ini,” ujar juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, Arnold Tiniap, di Manokwari, Minggu (27/6/2021).

Tiniap melaporkan kasus tertinggi di Bumi Kasuari berasal dari Kabupaten Manokwari dengan temuan kasus di atas 50 persen per hari. Disusul kota Sorong dan Teluk Bintuni.

“Total positif COVID-19 Kabupaten Manokwari 3.910 orang, Kota Sorong 3.377 orang, dan Teluk Bintuni 928 orang,” ujar Tiniap.

Sementara pasien meninggal dunia akibat COVID-19 mencapai 184 orang dengan tambahan dua kasus pasien meninggal di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Pasien meninggal dunia akibat COVID-19 ada tambahan dua dari Teluk Bintuni,” lapor Tiniap.

Ia melaporkan pula bahwa kasus aktif di mencapai 775 orang. Saat ini masih menjalani isolasi dan perawatan secara mandiri di rumah maupun di fasilitas karantina pemerintah.

Loading...
;

Baca juga: Jumlah positif korona meningkat, Mandacan terapkan kebijakan WFH di Papua Barat

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, mengatakan bahwa tes acak rapid antigen masih berlangsung di semua tempat pelayanan publik.

Ia mengatakan bahwa tes acak rapid antigen itu dilakukan untuk memastikan penularan virus korona dan juga untuk mendeteksi varian baru COVID-19 di wilayah tersebut.

“Petugas dari Satgas COVID-19 sedang melakukan tes acak di semua tempat layanan publik. Ini untuk mengetahui tingkat penularan, sekalian melacak varian baru di wilayah ini,” kata Otto Parorongan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top