Follow our news chanel

Tan Wie Long: berikan kesempatan OAP jadi ASN

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi –  Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Tan Wie Long mengatakan, mereka yang berasal dari luar Papua sebaiknya memberikan kesempatan kepada orang asli Papua (OAP) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), ketika ada penerimaan.

Ia mengatakan, penerimaan ASN di Papua selama ini diikuti banyak pendaftar. Tidak hanya orang asli Papua, namun masyarakat Indonesia lain yang berdomisili di Papua. Hanya saja, jumlah pendaftar tidak sebanding dengan yang akan diterima.

Menurutnya, setiap tahun kalau ada penerimaan, yang diterima minim dan setiap tahun universitas meluluskan ribuan sarjana. Ini masalah klasik dan merupakan benang kusut yang harus diselesaikan pemprov. 

"Kami berharap, untuk menjawab itu, berikan kesempatan selama lima atau 10 tahun ke depan kepada anak asli Papua dalam setiap penerimaan ASN, di provinsi, kabupaten dan kota. Yang diterima harus orang asli Papua dan non-Papua jangan ikut mendaftar ASN," katanya, Rabu (13/9/2017).

Katanya, memang tidak ada aturan akan hal itu, namun tidak ada salahnya saling mengerti dan memberikan kesempatan kepada putra/putri asli Papua.

"Berikan porsi dan kesempatan kepada orang asli Papua, sehingga mereka mengejar ketertinggalan dalam rekrutmen ASN," ujarnya. 

Loading...
;

Dikatakan, ini adalah afirmasi yang benar-benar berpihak kepada orang asli Papua. Tidak perlu lagi ada istilah 70 atau 80 persen kuota untuk orang asli Papua dan sisanya non-Papua. 

Legislator Papua lainnya, Nioulen Kotouki mengatakan, tidak hanya pendaftaran ASN, rekrutmen lainnya misalnya pendamping kampung di Papua, selalu diwarnai aksi protes dari anak asli Papua karena merasa diperlakukan tidak adil.

"Terkadang ada di antara mereka yang sudah menjadi tenaga honor bertahun-tahun, bahkan belasan tahun, namun ketika mendaftar ASN, dinyatakan tidak lolos. Justru mereka yang tidak tahu berasal dari mana yang lolos," katanya.

Inilah lanjut dia, yang menyebabkan anak asli Papua selalu protes karena merasa ada yang tidak beres. Mereka menilai diperlakukan tidak adil. (*) 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top