Tanggapan Jokowi terhadap kritik BEM UI disebut sekadar formalitas

Jokowi Papua
Presiden Jokowi saat berkunjung ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Senin (28/10/2019) - Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Respon Presiden Joko Widodo atau Jokowi terhadap kritik yang disampaikan BEM UI, dinilai lembaga  hanya sekadar formalitas dan tidak menyentuh substansi kritik. Sebelumnya BEM UI mengkritik Jokowi sebagai King of Lip Service karena ucapannya yang dinilai sering tidak konsisten.

“Substansi kritikan BEM UI justru luput dari pembahasan, yakni landasan poster ‘The King of Lip Service’ tersebut. Presiden seharusnya menjawab, serta menjelaskan kepada publik pelbagai hal yang menjadi substansi kritikan BEM UI,” ujar Direktur Eksekutif SETARA Institute for Democracy and Peace, Ismail Hasani Rabu, (30/6/2021)

Baca juga : Jokowi dinilai tidak punya kemauan politik selesaikan ‘Wasior Berdarah’ 

Mahasiswa asal Kabupaten Puncak minta Jokowi tarik pasukan aparat keamanan 

Ratusan mahasiswa di Papua Barat tuntut Jokowi tinjau ulang label teroris pada TPN-OPM

Menurut Ismail, tiga substansi kritik BEM UI terhadap Jokowi, antara lain soal pernyataan kangen didemo, namun tindakan represif aparat justru semakin bertambah kepada demonstran. Selain itu janji Jokowi akan menguatkan KPK, namun berujung pelemahan melalui UU KPK yang baru dan membuat para pegawainya berstatus ASN melalui mekanisme TWK yang ganjil.  Sedankan janji Jokowi yang akan merevisi UU ITE agar tidak menjadi pasal karet, tapi tidak terealisasi sampai saat ini.

Loading...
;

“Kritik BEM UI, serta kritik pelbagai elemen masyarakat sipil, seharusnya jangan dilihat sebatas ekspresi kebebasan berpendapat, karena di dalamnya ada pelbagai kritikan dan koreksi atas sejumlah persoalan di negeri ini,” ujar Ismail menambahkan.

Sebelumnya, BEM UI melalui akun Instagram mereka @bemui_official, menggelari Jokowi dengan sebutan “King of Lip Service”. Gelar ini diberikan karena Jokowi dinilai sering tak konsisten dalam ujarannya.

“Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu,” bunyi siaran pers BEM UI di akun Instagram mereka @bemui_official pada Sabtu, (26/6/2021).

Imbas kritik itu Rektorat UI memanggil para pengurus BEM UI dan meminta mereka menghapus unggahan tersebut pada Ahad esok harinya. Kampus menyatakan BEM UI telah menyalahi aturan karena menjadikan Jokowi yang disebut mereka simbol negara, menjadi meme.

Sedangkan presiden Jokowi meminta pihak kampus tidak menghalang-halangi mahasiswa dalam berekspresi. Jokowi menyatakan maklum dengan cara mahasiswa tersebut menyampaikan pendapat.

“Tapi juga ingat, kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan. Ya saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat,” kata Jokowi.

Ismail menjelaskan pernyataan Jokowi ini menjadi teguran bagi pihak kampus yang terlalu reaktif dalam menanggapi kritik BEM UI. “Pejabat kampus seharusnya fasih berdemokrasi, sehingga kampus dapat menjadi tempat untuk tumbuh dan berkembangnya kebebasan berpikir, berpendapat, dan kemerdekaan pikiran,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top