Tapol Papua di Kaltim nyatakan mogok makan

Para tapol Papua di Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan beberapa hari lalu - Jubi. Dok
Tapol Papua di Kaltim nyatakan mogok makan 1 i Papua
Para tapol Papua di Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan beberapa hari lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tujuh tahanan politik atau tapol Papua yang kini ditahan di rumah tahanan (Rutan) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan akan mogok makan jika sidang terhadap mereka tidak digelar di Papua.

Pernyataan itu dikatakan Latifah Anum Siregar, satu di antara tim penasihat hukum (PH) Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua yang memberikan pendampingan hukum kepada para tapol tersebut.

Para tapol Papua yang kini ditahan di Kaltim yakni, Ketujuh tapol tersebut yakni, Buchtar Tabuni, Agus Kossay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlai, Hengki Hilapok dan Irwanus Uropmabin.

Kata Anum, meski Polda Papua menyatakan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) telah memutuskan ketujuh tapol disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kaltim akan tetapi pemindahan persidangan ke Papua masih dapat dipertimbangkan.

“Mereka dipindahkan ke Kaltim juga non prosedural. Bukan karena alasan hukum, tapi alasan keamanan. Saya sejak awal proses hukum terhadap mereka memang lebih banyak proses non prosedural. Kalau beginikan semena-mena. MA menetapkan tempat persidangan kan berdasarkan usulan atau pertimbangan dari bawah,” kata Anum Siregar kepada Jubi, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, polisi sebenarnya memahami tidak memiliki kewenangan memindahkan para tapol tersebut ke luar Papua. Akan tetapi pemindahan tetap dilakukan.

Loading...
;

Ini mengindikasikan jika aparat penegak hukum yang memahami aturan, justru menyalahi aturan itu.

Katanya, jika alasannya pertimbangan keamanan ketika sidang digelar di Papua, pengalaman beberapa kali sidang kasus serupa selama ini semua berlangsung aman.

Selain itu, proses di Pengadilan mesti berlangsung cepat dan biayanya murah. Akan tetapi jika sidang terhadap ketujuh tapol digelar di Balikpapan akan menyalahi prinsip akses hukum cepat, biaya murah.

“Jaksanya di Jayapura, pengacaranya dari Jayapura, saksi-saksinya dari Jayapura, itukan bukan sidang biaya murah,” ujarnya.

Dalam konteks hukum Pengadilan lanjutnya, persidangan dapat dipindahkan jika para saksi lebih banyak di tempat di mana sidang persidangan digelar. Terkait perkara ketujuh tapol ini, saksi lebih banyak berada di Papua sehingga tidak semestinya sidang digelar di Kaltim.

Anum menyatakan ketujuh tapol Papua itu juga menjamin keamanan jika mereka disidangkan di Papua. Jika perlu para tapol akan membuat pernyataan, selama sidang berlangsung mereka menyerukan kepada simpatisannya dan masyarakat Papua secara keseluruhan tidak boleh ada yang mengganggu proses persidangan.

“Kalau alasan pertimbangan keamanan tinggal pilih saja daerah mana yang dianggap paling aman di Papua atau Papua Barat. Polisikan pasti punya data daerah yang paling aman. Silakan disidangkan di situ. Mereka bersedia. Mereka tidak minta sidang mesti di Jayapura yang penting di Papua atau Papua Barat,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah atau Polda Papua menyatakan MA menetapkan PN Balikpapan sebagai tempat ketujuh terdakwa makar asal Papua disidangkan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, penanganan kasus tersebut sudah sesuai prosedur.

“MA menunjuk Pengadilan Negeri Balikpapan untuk memeriksa dan memutus perkara pidana terdakwa Fery Kombo dan kawan-kawan sesuai surat Nomor: 179/KMA/SK/X/2019,” kata Kombes Pol AM Kamal beberapa hari lalu.

Menurutnya, penunjukkan PN Balikpapan sebagai tempat memeriksa dan memutus perkara terhadap para terdakwa Karena ada kekhawatiran jika sidang digelar di PN Jayapura akan menimbulkan gangguan Kamtibmas berupa konflik horizontal, dan menghindari adanya tekanan dari pihak-pihak terhadap para tersangka dan saksi selama proses di Pengadilan.

“Ini dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan efektifitas para penyidik secara profesional dan akuntabel dalam penanganan kasus tersebut,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top