Tapol Papua di Kaltim sakit, PH: Jaksa gagal memenuhi hak tapol

Ilustrasi, Tapol Papua di Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan beberapa waktu lalu - Jubi. Dok
Tapol Papua di Kaltim sakit, PH: Jaksa gagal memenuhi hak tapol 1 i Papua
Tapol Papua di Kaltim saat akan diserahkan ke Kejaksaan beberapa waktu lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tujuh orang tahanan politik atau tapol Papua yang berada di rumah tahanan atau Rutan Kalimantan Timur mengaku dalam kondisi sakit.

Pengakuan itu disampaikan para tapol melalui pesan tertulis dan dikirim kepada berbagai pihak di Papua. Salah satu anggota tim penasihat hukum (PH) para tapol dari Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay mengatakan, ini menunjukkan dampak buruk pemindahan para tapol tersebut ke Kaltim pada awal Oktober 2019 lalu.

Kondisi ini juga membuktikan jika jaksa gagal memenuhi hak-hak para tapol.

“Pengakuan itu mereka sendiri yang tulis terkait kondisi mereka kini. Ini juga bukti ketika para tapol itu dipindahkan pemenuhan hak-hak kesehatan terhadap mereka terkatung-katung. Mestinya tanggung jawab jaksa memuhi hak-hak para tersangka ini, karena kini status mereka tahanan jaksa dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Papua,” kata Emanuel┬á kepada Jubi, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, dengan kondisi jarak yang jauh antara para tapol dengan tim PH, membuat pihaknya kesulitan mengupayakan adanya perawatan media terhadap ketujuh tapol itu.
“Kami sangat sulit sekali berbuat sesuatu. Apakah segera menguhubungi dokter, tim medis dan upaya lainnya. Kami akan mencoba berkomunikasi dengan teman-teman PH di sana untuk memastikan kondisi para tapol itu,” ujarnya.

Katanya, keluhan Buchtar Tabuni, Agus Kosay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlai, Hengki Hilapok dan Irwanus Uropmabin lewat tulisan yang mengeluh sakit, juga merupakan kritikan dan peringatan terhadap terhadap jaksa. Apakah jaksa mampu memberikan pemenuhan hak kesehatan terhadap para tapol itu atau tidak.

Loading...
;

“Tapol ini di Kaltim sementara jaksanya di Papua. Jadi sebelum terjadi hal tak diinginkan, sebaiknya para tersangka dikembalikan ke Papua. Kita kan mau menyelesaikan persoalan ini, bukan menciptakan persoalan baru,” ucapnya.

Kata Emanuel Gobay, kejaksaan jangan lagi beralasan faktor keamanan menjadi pertimbangan para tapol ini akan disidangkan di Kaltim karena kondisi Papua kini aman.

Kejaksaan Tinggi Papua dan Kejaksaan Negeri Jayapura diminta mempertimbangkan berbagai hal, termasuk pemenuhan hak-hak tersangka dan menunjukkan profesionalismenya.

Tidak mengikuti kemauan institusi lain yang ingin persidangan para tapol digelar di Kaltim.

Desakan kepada Kejaksaan agar mengembalikan para tapol ke Papua juga datang dari anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

Ia mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Papua untuk bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi setempat pada Selasa (14/1/2020).
Akan tetapi Kadepa tidak berhasil bertemu kepala Kejaksaan Tinggi Papua lantaran yang bersangkutan sedang tidak berada di kantornya.

“Saya ingin bertemu Kajati untuk membicarakan terkait tujuh tahanan di Kaltim agar dikembalikan ke Papua. Saya coba mendesak pihak Kejati Papua,” kata Kadepa.

Menurutnya, ia belum dapat memastikan langkah yang akan diambil selanjutnya dalam upaya memulangkan tujuh tapol tersebut, untuk menjalani persidangan di Papua.

“Informasi dari stafnya, besok baru beliau ada di kantor. Saya akan ketemu Kajati dulu mendengar seperti apa penjelasannya. Setalah itu barulah memikirkan tindaklanjutnya,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top