Target PAD Merauke 170 miliar, realisasi baru 48 miliar

Kepala Bapenda Kabupaten Merauke, Majinur. - Jubi/Frans L Kobun

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Merauke, Majinur menyampaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hendak dicapai dalam tahun 2021 adalah Rp 170 miliar. Namun realisasi hingga Juni, baru mencapai 48 miliar.

Hal itu disampaikan Majinur kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Rabu (14/7/2021). “Saya baru dilantik sebulan lalu oleh Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, menggantikan kepala badan sebelumnya, Christian Isir. Begitu saya masuk kantor sekaligus mendapatkan laporan dari staf, ternyata PAD baru mencapai 48 miliar dari target Rp 170 miliar,” katanya.

Dengan kondisi demikian, lanjut dia, bagaimanapun juga perlu dilakukan rasionalisasi kembali dalam APBD perubahan. “Rencana rasionalisasi ini telah disampaikan kepada Bupati Merauke, Romanus Mbaraka serta tim anggaran,” ungkapnya.

Ditegaskan, terdapat beberapa item penerimaan yang nyata tidak dipungut. Contohnya ada utang dari Harry Tan atas kerja sama kapal sekitar Rp 7,5 miliar. Pengusaha tersebut telah merealisasikan pembayaran Rp 3 miliar pada 2013 silam. Namun sisa Rp 3,5 miliar, masih menjadi piutang daerah. Hanya saja masih dimasukkan dalam penerimaan.

“Itu kan tidak boleh. Bisa masuk dalam neraca sebagai piutang daerah, tetapi tak bisa masuk rencana penerimaan, lantaran piutang ragu-ragu,” katanya.

Selain itu, jelas Majinur, terdapat beberapa komponen penerimaan yang disampaikan Bupati Merauke seperti TPTGR adalah suatu penerimaan yang berimbas dari ketidakpatuhan, akibat time schedule tak sesuai. Misalnya kontrak dengan pihak ketiga yang melewati batas waktu.

“Saya contohkan saja, pihak ketiga diberikan batas waktu hingga tiga bulan menyelesaikan, namun molor hingga empat bulan. Berikutnya adalah penerimaan deposito of cold (DOC) yang didapat atas kerja sama pemerintah setempat bersama pihak perbankan apabila di kas ada kelebihan. Dengan bunga deposito, bisa masuk sebagai PAD.”

Loading...
;

Lebih lanjut dijelaskan, realisasi PAD hingga Juni baru mencapai 48 miliar atau sekitar 28,85 persen dan itu sangat kecil.

Ditambahkan, target penerimaan PAD untuk pajak daerah sekitar Rp 36 miliar, realisasi 23 miliar atau 64 persen. Lalu retribusi daerah dari target Rp 15 miliar lebih, baru tercapai Rp 4 miliar. Retribusi itu mencakup perizinan, rumah potong hewan (RPH) di Dinas Peternakan, retribusi parkir, rumah sakit dan puskesmas, juga retribusi pertanian dan perikanan. Khusus pertanian ada penerimaan dari Balai Benih serta pengelolaan alshintan.

Selanjutnya adalah pegelolaan kekayaan daerah dari Rp 9 miliar sudah mencapai 8 miliar, juga PAD 108 miliar baru tercapai 11 miliar.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Moses Kaibu, ketika dimintai komentarnya, ikut mempertanyakan serapan PAD yang masih sangat kecil.

“Ini sudah memasuki Juli, namun realisasi baru mencapai Rp 48 miliar dari target Rp 170 miliar. Bagaimana mau kejar, sementara hanya tinggal beberapa bulan ke depan,” ujarnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top