Follow our news chanel

Previous
Next

Telat bayar rumah kontrakan, mahasiswa suku Mee di Bogor diusir

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Rumah kontrakan mahasiswa suku Mee yang berasal dari Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai, terlambat dibayar.

Akibatnya, meski hanya menunggak tiga minggu, para penghuni yang menimba ilmu di Kota Bogor, Jawa Barat itu, dipaksa angkat kaki oleh pemilik rumah pada Rabu, 22 Agustus 2018 lalu.

Demikian dikatakan Yonas Edowai, selaku wakil Badan Pengurus Harian (BPH) mengatakan, seluruh penghuni telah memersiapkan seluruh barang-barang untuk meninggalkan kontrakan tersebut.

“Tanggal 10 Agustus 2018 masa kontrakan kami habis, karena Dinas P dan P dari empat kabupaten itu terlambat bayar (perpanjangannya). Dana TA dan pemondokan empat kabupaten pun belum dicairkan sampai saat ini. Kami benar-benar diabaikan, merasa dianak tirikan,” ujar Yonas Edowai kepada Jubi, Sabtu, (25/8/2018).

Rumah kontrakan itu dihuni oleh 10 orang mahasiswa suku Mee. Dalam setahun, uang kontrakan yang harus dibayarkan sebesar 60 juta rupiah.

Menurut Edoway, rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, apalagi sebagai mahasiswa di rantau orang.

Loading...
;

“Pemilik kontrakan disuruh keluar jadi kami mau ditempati di mana? Sungguh susah. Coba dinas terkait jawab pertanyaanya ini. Jika pemerintah daerah peduli sama kami sebagai sumber daya manusia (SDM) di Meuwodide.

“Sekali lagi, saat ini kami kewalahan tempat tinggal. Sehingga semua aktivitas terhambat dan tidak berjalan dengan baik karena tempat tinggal tidak nyaman,” katanya.

Selain menjadi tempat berteduh, rumah kontrakan itu kerap mereka jadikan tempat diskusi antar sesama mahasiswa.

Palentinus Tekege, salah satu penghuni mengakui, akibat dari itu pihaknya belum bisa memikirkan tugas sehari-harinya sebagai mahasiswa di tanah Pasundan.

“Kami belum bisa ke kampus lagi, kami punya buku, laptop, pakaian tidak nyaman. Maka dari itu, kami mohon dana TA dan pemondokan segera dicairkan secepat mungkin,” ucapnya.

Jika saja, lanjutnya, para mahasiwa itu putus kampus lantaran belum ada tempat yang layak siapakah yang akan bertanggung jawab?. “Kasihan kami punya orang tua yang akan bersedih, padahal dana besar mengalir di pemerintahan. Ya, kami berencana demo nanti,” ujarnya.(*)
 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top