HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tenaga kesehatan Intan Jaya dianiaya dan ditembaki, pelakunya tak dikenal

Ilsutrasi penganiayaan. -Shutterstock
Ilsutrasi penganiayaan. -Shutterstock

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dua tenaga kesehatan di Kab. Intan Jaya diduga dianiaya dan ditembaki oleh sekelompok orang tidak dikenal di distrik Wandae, Kab. Intan Jaya, Papua pada 22 Mei 2020.

Dikutip suarapapua.com dua orang tenaga kesehatan tersebut juga dianiaya. Keduanya adalah Heniko Somou dan Almalek Bagau. Kedua tenaga kesehatan tersebut awalnya membawa obat-obatan dan alat kesehatan lainnya ke distrik Wandae. Diketahui kedua tenaga medis tersebut berada di distrik Wandae saat dianiaya dan ditembaki.

Beberapa tokoh gereja dan hamba Tuhan yang berada di tempat kejadian, berusaha untuk melindungi kedua tenaga kesehatan tersebut. Setelah berhasil melerai dari penaniayaan yang dilakukan tersebut, kedua korban dibawa ke Bilai, distrik Homeyo.

Sesampainya di Bilae, Heniko Somou meninggal dunia. Kemudian jenazahnya dibawa ke kampung Pogapa, distrik Homeyo. Sedangkan Almalek Bagau yang sedang dalam kondisi kritis masih berada di Kampung Bilae.

Kepala BPBD Kab. Intan Jaya, seklaigus ketua I Tim Satuan Tugas Covid-19 Intan Jaya, Yunus Mirip saat membenarkan informasi tersebut.

“Informasi itu benar. Saya sudah dapat informasi dari pastor paroki Bilogai, Yustinus Rahangiar Pr, bahwa dua orang itu sudah dapat tembak. Kedua tenaga kesehatan tersebut ada di Bilae. Rencananya, besok pagi akan dievakuasi ke Sugapa,” jelasnya, seperti dikutip suarapapua.com.

Loading...
;

Yunus Mirip menjelaskan, Heniko Somou dan Almalek Bagau adalah tenaga medis yang tergabung dan bekerja sama dalam tim Covid-19. Sebelumnya, Heniko Somou bertugas di Puskesmas Wandae dan Almalek Bagau bertugas di Puskesmas Pogapa.

“Jadi kedua tenaga kesehatan kami itu ditembak di Wandae,” ujarnya.

Yunus juga mengkonfirmasi bahwa Heniko Somou telah meninggal dan Almalek Bagau masih dalam kondisi kritis dan sedang berada di Kampung Bilai.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Yuli Karre Pongbala membenarkan peristiwa penganiayaan dan penembakan yang menimpa 2 petugas medis tersebut. Salah satunya yakni Eniko Somou sudah meninggal dunia.

“Jadi begini dek, kita belum bisa memberikan keterangan yang pasti. Karena kami susah ke TKP yang sangat jauh,” ungkapnya, dikutip bogopapua.com

Terpisah, Bupati Intan Jaya menjelaskan kedua tenaga kesehatan tersebut menjadi korban. Heniko Somou telah meninggal dan sudah dibawah ke kampung Pogapa.  Sedangkan Almalek Bagau sudah dievakuasi ke Sugapa.

Disinggung tentang pelaku, kata Tabuni, sampai saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti dan masih simpang siur.

“Sampai saat ini kami belum tahu secara pasti siapa. Tapi itu sekelompok orang tak dikenal yang kebetulan berada di kampung Wandae. Jadi informasinya tentang pelaku ini kami belum tahu secara pasti,” ungkapnya tegas.

Seorang warga di Sugapa mengungkapkan bahwa terdapat tiga luka tembak di tubuh Almalek Bagau dan luka lainnya karena dianiaya.

“Selain dianiaya, ada luka tembak di paha kiri dan tangan sebelah kiri dan kanan. Hasil tensi normal tetapi kondisinya kritis,” ungkapnya.

Warga ini mengatakan Almalek Bagau sudah tiba di Sugapa Jam 08.30 dan sudah evakuasi ke bandara Bilogai.Almalek akan diangkut menggunakan pesawat milik MAF  untuk dirujuk ke RSUD Nabire agar ditangani lebih lanjut. (*)

Editor : Victor Mambor

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa