Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Tenaga medis kekurangan alat pelindung, 250 APD tiba di Jayapura hari ini

Papua
Ilustrasi Pandemi Covid-19 - Pixabay.com.
Tenaga medis kekurangan alat pelindung, 250 APD tiba di Jayapura hari ini 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kekurangan stok Alat Pelindung Diri atau APD untuk para tenaga medis di berbagai rumah sakit rujukan Corona di Papua akhirnya terpenuhi. Pada Rabu (18/3/2020), sejumlah 250 set APD tiba di Jayapura. Dinas Kesehatan Papua juga tengah memesan 5.000 set APD lainnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua, Dr Silwanus Sumule di Jayapura, Rabu. “Sore ini datang 250 APD. Kita akan distribusikan lagi. Kemudian, [dalam] perencanaan kita ada 5.000 [APD] yang sementara dipesan,” kata Sumule.

Tenaga medis kekurangan alat pelindung, 250 APD tiba di Jayapura hari ini 2 i Papua

APD merupakan pakaian dan perlengkapan untuk melindungi tenaga medis yang melakukan pemeriksaan terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dalam sepekan terakhir, RS di Papua kekurangan stok APD yang dibutuhkan para tenaga medis untuk menangani pasien dalam pengawasan (PDP) Corana.

Di Provinsi Papua, terdapat 44 rumah sakit milik pemerintah dan swasta, tersebar di 29 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, hanya tiga rumah sakit rujukan di Papua yang memiliki APD, yaitu RSUD Nabire, RSUD Merauke, dan RSUD Dok II Jayapura. Jumlah total APD yang tersebar di ketiga RSUD itu hanya 30 set.

Sumule mengakui semua rumah sakit di kabupaten membutuhkan APD, namun Dinkes Papua tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan rumah sakit di daerah. Sumule meminta pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk ikut membantu pengadaan APD bagi tenaga medis di wilayahnya masing-masing.

Dinkes Papua telah memesan 5.000 set APD, yang akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan APD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II. “Dinkes memiliki data, dan teman-teman di farmasi juga memiliki data. Sebab itu Dinkes akan akan fokus [memenuhi kebutuhan APD] rumah sakit rumah sakit regional di Merauke, Nabire, dan Wamena. Karena pasien rujukan akan datang ke situ,” kata Sumule.

Loading...
;

Pertambahan kasus Pasien Dalam Pengawasan bahkan Pasien Terduga Corona di Papua terjadi dengan tiba-tiba, hingga mekanisme rujukan tidak berjalan. Di Biak misalnya, RSUD Biak yang bukan merupakan RS rujukan Corona. Direktur RSUD Biak, Dr Ricardo Mayor M Kes menambahkan PDP yang tengah dirawat di rumah sakitnya itu adalah penumpang kapal laut dari Jakarta. Penumpang itu turun di Biak pada Kamis (12/3/2020).

“Pasien itu berangkat menggunakan kapal laut dari Jakarta menuju Biak menggunakan KM Ciremai, dan tiba tanggal 12 Maret. Tadi malam masuk di UGD sekitar jam 18.30 WIT, lalu dilakukan penanganan. Disimpulkan sementara, bahwa pasien itu perlu dalam pengawasan,” kata Mayor dalam siaran pers Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang diterima Jubi pada Senin (16/3/2020).

Mayor menyatakan PDP yang tengah dirawat di rumah sakitnya itu mengalami gejala klinis yang menyerupai gejala klinis orang yang terinfeksi Corona. Namun Mayor menegaskan, kepastian apakah PDP itu terinfeksi Corona harus dilakukan melalui uji laboratorium. “Untuk memastikan itu positif terinfeksi Covid-19 atau tidak harus melalui uji laboratorium, dan sampelnya akan dikirim ke Jakarta,” ujar Mayor.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top