HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tenis Meja Papua wajib rebut emas di PON 2020

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura – Maestro tenis meja Indonesia, Anton Suseno mengharapkan momentum PON 2020 di Papua, harus bisa dibarengi prestasi meraih medali emas.

“Kapan lagi mau mencatatkan sejarah, apalagi menjadi tuan rumah harus serius dan konsen satu dua emas dapat tercapai dengan adanya mix antara atlet lokal dan atlet luar tenis meja. Setiap tuan rumah harus catat satu sejarah dengan targetkanlah lima besar, sukses prestasi, banyaknya medali yang didapatkan itu kebanggaan masyarakat Papua,” kata Anton saat menghadiri Musprov PTMSI Papua di Jayapura, Sabtu (27/1/2018).

Tenis Meja Papua wajib rebut emas di PON 2020 1 i Papua

Anton yang juga menjabat ketua harian Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Pusat mengatakan, untuk menciptakan atlet terbaik diperlukan pembiayaan dan pembinaan atlet harus berjalan baik.

“Pembinaan sudah pasti biayanya, tapi belum pasti prestasinya karena ketika kita berlatih, lawanpun berlatih, tapi kalau sama-sama latihan, kita dibawah sedikit saja, saya rasa dua tiga tahun tidak cukup, jadi saran saya perlu ada mix beberapa cabang olahraga, sehingga bisa mencapai pembinaan prestasi maksimal.”

Selain itu selaku technical delegate (TD), dirinya juga berharap agar venue tenis meja bukan hanya standar nasional, namun juga berstandar internasional, dimana jika standart nasional ukuran lapangan 6×12, sedangkan internasional 7×14.

“Sebetulnya kedatangan saya juga untuk melihat dan survei venue selaku tehnical delegate (TD) layak atau tidak, tapi kabarnya venue tersebut belum ditentukan, mudah-mudahan standart venue di Papua pun akan saya samakan dengan standart internasional baik dalam ukuran venue, banyaknya penonton, tempat pemanasan, dengan begitu ada gambaran dan saya juga dapat berikan saran,” katanya.

Loading...
;

Legenda hidup tenis meja Indonesia ini pun mengaku pada saat seleksi pelatihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018 terdapat atlet Papua, namun dirinya menilai setiap atlet yang diikutkan seleksi pelatnas belum yang terbaik.

“Kalau memang nanti Munaslub PTMSI secara tunggal, kita tetap akan mengakomodir seluruh atlet dari PP dan PB untuk seleksi ulang, karena menurut kacamata belum yang terbaik seperti pelatihnya saja masih 18 tahun, atlet-atlet pemegang medali emas di PON lalu banyak yang tidak ikutserta di Asian Games.”

Pemegang dua medali emas Sea Games 1991 dan 1993 ini menyatakan 7 nomor yang akan dipertandingkan pada PON 2020.

“Cuma di pra kualifikasi PON yang akan mempersempit dari 34 menjadi 16 putra dan 12 putri sesuai dengan yang kita lakukan selama ini,” demikian Anton Suseno. (*)

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa