TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Tentara Fiji kembangkan kebijakan gender untuk tingkatkan rekrut perempuan

papua
Kolonel Litea Seruiratu (keempat dari kiri) di Xavier College di Ba, Fiji. - Militer Fiji
Papua No.1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Dalam upayanya untuk memenuhi target PBB, militer Fiji telah meluncurkan kebijakan gender baru, dimana perbaikan perlakuan terhadap tentara perempuan diharapkan akan tercapai.

Perempuan dengan pangkat tertinggi di militer Fiji mengatakan perempuan menghadapi berbagai tantangan ketika mereka bergabung. Misalnya, Kolonel Litea Seruiratu mendesak agar tentara laki-laki dan perempuan saling menerima dan paham saat terlibat dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.

Komentarnya ini ia utarakan saat militer mengumumkan akan menguji apa yang mereka disebut kebijakan integrasi gender, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk bergabung dengan angkatan darat Fiji.

Seruiratu mengatakan jika berhasil, kebijakan itu akan diterapkan di seluruh militer.

Berpidato dalam Konferensi Pasukan Perdamaian Fiji dan Dunia di Suva pekan lalu, Seruiratu mengatakan ambang batas PBB dalam hal keanggotaan militer perempuan adalah 15%. Ini akan meningkat menjadi 25% pada 2025, katanya.

Seruiratu, yang juga merupakan komandan pasukan penjaga perdamaian perempuan pertama di Fiji, mengungkapkan bahwa tentara sedang mengkaji administrasinya agar dapat lebih melibatkan perempuan.

Perempuan telah menjadi bagian dari tentara Fiji sejak akhir 1980-an tetapi baru bergabung dengan penempatan prajurit pemeliharaan perdamaian PBB sampai lebih dari satu dekade kemudian.

Perempuan baru direkrut ke Angkatan Laut Fiji pada 2018.

Menurut data dari militer, ada 464 perempuan dan 7.457 laki-laki yang mendaftar militer Fiji tahun lalu.

Komandan Laksamana Muda Viliame Naupoto mengatakan tujuannya adalah untuk menggandakan jumlah perempuan.

“Kita meningkatkan jumlah rekrut kita sekarang, untuk laki-laki dan perempuan,” kata Naupoto. “Ada beberapa perwira perempuan yang melatih kadet. Tapi untuk perekrutan perempuan dan laki-laki yang telah kita mulai beberapa tahun lalu, penyesuaian yang harus kita lakukan adalah memastikan infrastruktur kita sesuai dengan gender, terutama untuk perempuan.”

Anggaran nasional FIji untuk 2019-2020, yang diumumkan pada Juli, telah mengalokasikan hampir $ 429.000 untuk pembaruan infrastruktur tentara.

Seruiratu, yang juga menjabat sebagai Direktur bagian SDM, menegaskan kembali pentingnya prajurit laki-laki dan perempuan untuk saling menerima dan memahami saat dikerahkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.

“Sejak tahun lalu, telah ada sosialisasi yang meluas tentang integrasi gender di semua kamp RFMF dan prajurit perempuan dan para rekrut telah berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan pemberdayaan dimana semua tentara perempuan juga terlibat,” katanya. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us