Follow our news chanel

Terdakwa pemutilasi dituntut hukuman mati

Terdakwa Deni Priyanto berkonsultasi penasihat hukum, setelah dia dituntut hukuman mati, Selasa (3/12/2019) - Antara/Sumarwoto.
Terdakwa pemutilasi dituntut hukuman mati 1 i Papua
Terdakwa Deni Priyanto berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, setelah jaksa menuntutnya dengan hukuman mati, Selasa (3/12/2019) – Antara/Sumarwoto.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Banyumas, Jubi – Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menghukum mati Deni Priyanto alias Goparin (37 tahun). Deni merupakan terdakwa pemutilasian terhadap Komsatun Wachidah (51 tahun), pegawai Kementerian Agama.

Permintaan tim jaksa tersebut diajukan melalui tuntutan hukum yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2019). Sidang dipimpin Hakim Abdullah Mahrus.

“Menuntut majelis menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan terencana. Terdakwa juga menghilangkan barang bukti dengan cara memutilasi serta membakar bagian tubuh korban dan mengambil sejumlah barang milik korban. Karena itu, kami menuntut terdakwa dengan pidana mati,” kata anggota Tim JPU Antonius.

Seusai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim mempersilahkan Deni berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, Waslam Makhsid. Waslam menyatakan mereka meminta waktu selama sepekan untuk menyiapkan pembelaan.

Majelis hakim pun menyetujui permohonan kuasa hukum Deni. Sidang, akhirnya ditunda hingga sepekan ke depan.

“Saya terkejut ketika mendengar anak saya dituntut dengan hukuman mati. Saya tidak tahu apa-apa, tetapi selalu datang mengikuti (menyaksikan) sidang,” kata Tini (66 tahun), orang tua Deni.

Loading...
;

Kasus dugaan pembunuhan dengan mutilasi terhadap Komsatun terjadi di sebuah kamar indekos di Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, 7 Juli lalu. Kasus tersebut terungkap setelah potongan tubuh korban yang hangus dibakar ditemukan di wilayah Banyumas, sehari pascakejadian. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top