Follow our news chanel

Previous
Next

Terpidana mati pembunuh aktivis ini dilantik menjadi anggota parlemen

Ilustrasi, Parlemen PNG. - RNZI/AFP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Premalal Jayasekera yang berstatus terpidana mati atas tndakan pembunuhan dilantik menjadi anggota Parlemen Sri Lanka. Ia juga diizinkan oleh pengadilan setempat untuk dilantik pada hari ini, Kamis, (10/9/2020). “Karena terpilihanya ia dalam pemilu legislatif tidak dianulir, maka ia harus diizinkan untuk mengikuti pelantikan di parlemen,” ujar pernyataan pers Pengadilan Banding Sri Lanka, Rabu, (9/9/2020) kemarin.

Premalal Jayasekera divonis mati akibat keterlibatannya dalam pembunuhan aktivis Susil Perera di tahun 2015 lalu. Ia melakukannya pada momen menjelang Pemilihan Presiden Sri Lanka. Perjalanannya menjadi anggota parlemen tak lepas dari proses hukumnya yang berjalan lamban. Proses hukum yang menjeratnya sempat terhenti di tengah jalan. Alhasil, Premalal Jayasekera memiliki cukup waktu untuk ikut dalam Pemilu legislatif bersama Sri Lanka People’s Front (SLPF), partai dari Presiden Gotabaya Rajapaksa

Baca juga : Sekelompok Anggota Parlemen Fiji dipanggil komisi antikorupsi  

Ketua Parlemen Kepulauan Cook tidak akan boikot jurnalis

Kubu Oposisi Vanuatu sarankan pemotongan upah pemerintah dan parlemen

Tahun lalu, SLPF memenangi pemilu legislatif dengan suara terbanyak. Premalal Jayasekera adalah satu dari 145 calon legislatif yang terpilih untuk duduk di parlemen. Hal itu lah yang di kemudian hari menimbulkan masalah.

Loading...
;

Berbagai pihak oposisi mengecam keputusan pengadilan memberikan izin kepada Premalal Jayasekera untuk dilantik sebagai anggota parlemen. Menurut mereka, sangat tidak adil memberi kesempatan kepada seorang pembunuh untuk bisa dilantik menjadi anggota parlemen.

Aksi protes pun dilakukan oposisi untuk memprotes pelantikan Premalal Jayasekera. Partai United People Force, oposisi terbesar dari SLPF, misalnya melakukan walkout ketika Premalal Jayasekera dilantik sebagai anggota legislatif dari dapil Ratnapura.

Sementara itu, anggota legislatif dari partai People’s Liberation Front hadir mengenakan pakaian serba hitam dan menyoraki Premalal Jayasekera.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kapan Premalal Jayasekera akan dihukum mati. Hal itu tak lepas dari fakta bahwa Sri Lanka belum pernah menggelar eksekusi hukuman mati lagi sejak tahun 1976. Alhasil, sampai eksekusinya digelar, Premalal Jayasekera akan tetap bisa bertugas di parlemen namun dengan pengawasan ketat. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top