Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua, pemkab keerom, beasiswa
Penjabat Bupati Keerom Ridwan Rumasukun saat memimpin rapat terkait dana beasiswa - Dok. Humas Keerom

Tertunda 10 bulan, Pemkab Keerom janji segera cairkan dana beasiswa

Papua No.1 News Portal

Jayapura, JubiPemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom berjanji akan segera mencairkan dana beasiswa senilai Rp1,050 Miliar yang sudah masuk dalam pagu 2020, hanya saja penyalurannya tertunda 10 bulan.

Penjabat Sementara Bupati Keerom, Ridwan Rumasukun mengatakan penyaluran dana beasiswa terkendala karena adanya Pandemi Covid-19, sehingga pendataan penerima beasiswa tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya menginginkan agar dana tersebut dapat segera disalurkan paling lambat bulan ini, sebab penerima beasiswa ada di dalam dan luar Papua,” kata Ridwan di Jayapura, Kamis (22/10/2020).

Menurut ia, pendataan penerima beasiswa kini sementara berjalan, tinggal dua kampus lagi yakni Universitas Yapus dan STMIK 10 November.

Proses pendataan, terang Ridwan, dilakukan mulai tingkat distrik hingga kampung karena pemerintah menginginkan para penerima beasiswa betul-betul mahasiswa yang masih aktif.

“Intinya prosedur yang dilakukan itu meminta nama-nama dari distrik, setelah dikompilasi oleh dinas, dicek lagi kembali ke kampung setelah itu mereka validasi dan mereka lakukan lagi bersama himpunan mahasiswa Keerom, untuk memastikan benar-benar mahasiswa ini adalah yang masih aktif, bukan pegawai dan berhak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Setelah data tersebut selesai, kata Ridwan maka nama-nama yang ada akan dipublikasi agar ada kontrol sosial.

Loading...
;

Artinya, bila ada yang mengetahui nama yang masuk dalam daftar bukan mahasiswa aktif, maka pemerintah akan melakukan peninjauan ulang guna memastikan kebenarannya.

“Rencananya satu minggu dari sekarang sudah bisa selesai dan akan dipublikasikan dulu agar masyarakat tahu yang dapat beasiswa itu siapa saja, berapa besarannya, sehingga itu jadi kontrol sosial,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Keerom, Bambang Suhartawan mengatakan sampai saat ini verifikasi data penerima beasiswa dari masing-masing kampung masih dilakukan, sebab sebelumnya ada di dapati penerima yang ternyata sudah tamat 2 tahun lalu, ada yang sudah tidak kuliah, bahkan ada yang tidak ditemukan nomor induk mahasiswanya.

“Nanti setelah verifikasi data sudah valid, maka jumlah penerima dan besaran beasiswa yang akan diterima akan diketahui dan ditentukan,”.

“Intinya, soal ini akan diputuskan dalam rapat bersama dengan semua pengurus distrik,” kata Bambang.(*)

Editor: Syam Terrajana

Scroll to Top