Follow our news chanel

Tidak ada adaptasi tanpa mitigasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Dan McGarry

Pada abad ke-18 di Amerika, sekelompok pemilik tanah dengan penuh motivasi bersama-sama melawan Raja George III dan menegaskan kepadanya, ‘tidak ada pajak tanpa perwakilan.’

Kita seringkali lupa bahwa perjuangan untuk kemerdekaan di Amerika Serikat terinspirasi oleh teriakan perang akar rumput ini. Demokrasi lahir, bukan karena prinsip moral yang tinggi, tetapi dari keinginan pragmatis untuk mengendalikan takdir sendiri.

Perjuangan kita melawan perubahan iklim bukan didorong oleh prinsip. Ini didorong oleh kepraktisan dan efisiensi. Kita ingin mempertahankan kehidupan kita sebagai spesies. Dan jangan salah: ini bukan tentang planet ini. Planet ini sudah pernah mengalami berbagai peristiwa alam yang jauh lebih buruk. Ini bukan tentang biosfer. Bahkan dalam skenario terburuk pun, kehidupan, mungkin, akan terus berlanjut.

Ini tentang masyarakat dan manusia. Ini tentang dorongan di dalam kita untuk merawat anak-anak kita, dan untuk membuat hidup mereka lebih baik dari kita. Tapi sekarang, aspirasi tertinggi kita adalah membuat hidup mereka sama baiknya dengan kehidupan kita, atau setidaknya, tidak jauh lebih buruk.

Perubahan iklim sudah mulai membunuh umat manusia sekarang. Perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia. Hal ini tidak terbantahkan. Siapa pun yang cukup pandai untuk menyanggah pernyataan itu, sebenarnya cukup cerdas untuk mengetahui bahwa mereka itu berbohong. Jadi mengapa mereka terus berkeras dengan pendirian mereka?

Loading...
;

Sikap keberpihakan yang dipegang dan ditunjukkan oleh banyak negara dari seluruh dunia, adalah pengakuan mengenai apa yang dilihat sebagai ancaman bagi negara-negara itu. Tidak ada argumen rasional yang memungkinkan sektor ketenagalistrikan menang. Dihadapkan dengan ancaman terhadap keberadaan, mereka pun menggunakan cara-cara lain.

Tanpa strategi keluar untuk perusahaan-perusahaan produksi energi ketenagalistrikan, dan rencana transisi bagi rantai nilai panjang yang umumnya dimiliki berbagai pabrik, dari sektor minyak hingga batubara, tidak ada resolusi politik atas ancaman terbesar yang dihadapi oleh umat manusia sejak Hiroshima ini.

Masyarakat Kepulauan Pasifik telah belajar secara langsung dari pengalaman mereka, bahwa kadang-kadang perdamaian itu lebih penting daripada keadilan. Ujung-ujungnya, yang penting adalah kita semua harus rukun satu sama lainnya.

Salah satu cara seorang pemimpin adat untuk mengembalikan perdamaian di suatu desa, jika perselisihan pendapat terjadi, adalah untuk memberikan sanksi pada kedua pihak: yang satu untuk melakukan kesalahan, dan yang lainnya untuk membuat kehebohan yang berlebihan tentang hal itu. Ini mungkin kedengarannya gila, tetapi mengetahui dengan jelas, pihak mana yang menang dan pihak mana yang kalah, dapat mempengaruhi keseimbangan dalam suatu sistem tertutup. Keseimbangan sangat penting dalam proses ini.

Kita semua hidup di dalam satu pulau biru kecil yang sama di luar angkasa, dan tidak ada satu pun dari kita yang akan meninggalkan pulau ini dalam waktu dekat. Jadi, sebaiknya kita mencari cara untuk hidup bersama, atau semuanya akan berakhir dengan air mata.

Jadi, demi kepentingan mempertahankan paritas dan perdamaian dalam proses perubahan iklim, izinkan kami untuk memberikan nasihat sederhana ini:

Tidak ada adaptasi tanpa mitigasi.

Ketika kita mengumpulkan dan mempelajari semua bantuan dana yang dialokasikan untuk adaptasi perubahan iklim di kawasan Pasifik, jumlah itu menunjukkan angka yang relatif besar untuk ekonomi kita yang kecil. Vanuatu, misalnya, sudah pasti akan menerima bantuan adaptasi perubahan iklim sekitar AS$ 350 juta dalam jangka waktu dekat, dan jumlah itu bisa melampau jauh lebih tinggi. Bantuan sebesar sekitar $ 1 miliar masih dalam tahap proposal, sedang diproses, jumlah ini hanya untuk negara kita sendiri.

Kita harus melepaskan semuanya ini.

Menurut saya, upaya adaptasi ini pada dasarnya tidak efektif, dan jujur saja, tidak tulus, dengan melemparkan dana dalam jumlah besar untuk adaptasi akibat perubahan iklim, tapi tetap tidak berusaha sekeras mungkin, untuk benar-benar memperlambat dan menghentikan persoalan itu.

Beberapa oknum di Washington berpendapat bahwa sudah terlambat bagi kita untuk terus melawan, jadi kenapa harus repot-repot mencoba? Pendapat seperti ini juga gila.

Bagi Canberra, yang melemparkan satu ember penuh dengan dana bantuan ke Pasifik, tapi masih juga berinvestasi dalam industri-industri yang menghasilkan lebih banyak karbondioksida per kapita ke atmosfer, dibandingkan hampir semua negara lain di dunia … ini tidak dapat dibayangkan. Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kemunafikan ini tidak dapat saya cetak di sini.

Kecuali hal ini berubah, kita hanya menerima uang darah. Kelimpahan dan kemakmuran mereka yang dibagikan kepada kita, adalah uang yang berasal dari gaya hidup yang sudah pasti akan membahayakan atau membunuh anak-anak kita.

Kita harus melepaskan semuanya ini.

Kita harus melepaskan semuanya ini… kecuali, jika proporsi dana yang sama dibelanjakan di dalam negeri untuk menghentikan polusi melalui mitigasi.

Tidak ada adaptasi tanpa mitigasi. Yang lainnya hanyalah kemunafikan.

Produk Domestik Bruto (GDP) Vanuatu bernilai sebesar AS$ 775 juta. Tambahan sebesar $ 35-50 juta per tahun untuk adaptasi perubahan iklim, akan mencakup sekitar 4-6% dari PDB nasional kita. Kita harus menolak untuk menerima pendanaan itu, kecuali persentase PDB yang sama juga disediakan, bagi para pemangku kepentingan dan pihak lainnya dalam memitigasi dampak lingkungan hidup, untuk memperlambat — dan pada akhirnya, menghentikan — emisi karbondioksida yang baru ke atmosfer kita bersama.

Tidak ada adaptasi tanpa mitigasi. Ini bukan slogan yang seksi, tetapi ia layak untuk diperjuangkan.

Negara-negara Kepulauan Pasifik tidak memiliki banyak pengaruh dan kekuasaan yang bisa digunakan di panggung politik global. Tetapi jika sejarah kita dalam memperjuangkan kehidupan, kebebasan, dan kebahagiaan, mengilustrasikan apa yang mampu kita lakukan, langkah pertama yang benar adalah, dengan menolak berpartisipasi dalam sistem yang dirancang untuk merugikan kita.

Ya, mengambil langkah seperti ini tidak mudah. Tetapi saya memilih untuk menderita hari ini, daripada membiarkan anak-anak saya menderita di esok hari.

Tidak ada adaptasi tanpa mitigasi.

Jika negara-negara maju juga tulus tentang komitmennya terhadap Pasifik, maka mereka akan membuat komitmen yang sama terhadap dirinya sendiri. (Daily Post Vanuatu 10/10/2018)

Dan McGarry adalah Direktur Media dari Daily Post Vanuatu.

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top