Tidak ada cabor catur saat PON Papua, ibarat sayur tanpa garam

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Wamena, Jubi – Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengusulkan agar cabang olahraga catur bisa dipertandingkan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Menurut Klemen Tinal yang juga sebagai ketua harian KONI Papua, jika tidak ada cabang olahraga catur yang dipertandingkan di Wamena saat PON nanti, sama saja ibarat sayur tanpa garam.

“Kami melihat Wamena ini tempat yang luar biasa, dan orang bilang kalau belum injak Wamena belum injak Papua, maka untuk PON 2020 salah satu cabor harus ada di tempat ini,” kata Klemen Tinal saat mengukuhkan pengurus Pengkab Percasi Jayawijaya, Kamis (29/6/2017) di Wamena. 

Untuk itu wagub menilai jika cabang-cabang olahraga lain masih tentatif, maka pemerintah provinsi pastikan bahwa catur yang dilakukan di Wamena. Di mana, olahraga catur tidak perlu suatu fasilitas yang luar biasa, cukup di tempat tertutup.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika melihat efek ke depannya jika beberapa cabor dipertandingkan di Wamena, maka masyarakat di Wamena bisa menikmati sebagai tuan rumah PON, dengan banyaknya orang berkunjung, berarti banyak uang yang “dibuang” di tempat ini, entah itu penginapan, naik becak, beli sayuran dan lainnya.

“Dengan demikian kami harap efek dari pada terjadi suatu event di tempat ini mama-mama dan masyarakat lain bisa mendapatkan tambahan penghasilan, juga ada suatu kebanggaan bagi pemda Jayawijaya dan juga masyarakat,” terangnya.

Loading...
;

Untuk itu dirinya merasa masyarakat di Wamena ini seharusnya senang dan bangga, ada terjadi event nasional di Wamena.

“Saya rasa ini bagus, tetap di Wamena sini harus ada cabor yang dipertandingkan. Kalau tidak ada cabor yang dilaksanakan di Wamena, ibarat sayur tanpa garam,” tegasnya.

Ketua Percasi Jayawijaya, Max Hattu mengaku senang dan bangga jika cabang olahraga catur dipertandingkan di Wamena saat PON Papua nanti. Hanya saja dirinya akui, semua itu tergantung dari keputusan pimpinan daerah.

“Pengkab sangat amat senang, tetapi persoalan ini yang memutuskan pimpinan daerah. Memang kalau jadi suatu kebanggaan, karena orang dari seluruh Indonesia akan datang ke Wamena tanpa sadar memberikan manfaat kepada masyarakat, hanya saja keputusan semuanya ada di kepala daerah,” terang Max Hattu. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top