Tidak ada sidang daring di Jayawijaya karena terbatasnya internet

Ilustrasi sidang di PN Wamena. -Jubi/Islami
Tidak ada sidang daring di Jayawijaya karena terbatasnya internet 1 i Papua
Ilustrasi sidang di PN Wamena. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Pelaksanaan sidang terhadap tahanan yang diinstruksikan untuk dilaksanakan secara daring sebagai upaya pencegahan virus corona ditiadakan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, karena terkendala jaringan internet.

Kepala Lapas Kelas II B Wamena, Imam Saptoriadi, mengatakan persidangan terhadap tahanan tetap dilakukan secara langsung tanpa melalui video conference yang menggunakan jaringan internet.

“Untuk sidang pakai video converence tidak bisa kita lakukan di Jayawijaya. Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Wamena untuk tahanan masih tetap berlangsung, karena wartawan tahu sendiri bahwa jaringan internet di Jayawijaya tidak bagus,” ucapnya, Jumat (3/4/2020).

Imam mengatakan keterbatasan layanan internet tidak mengurung semangat pihak lapas dalam bekerja, dan Lapas Wamena sudah berkoordinasi dengan jaksa serta pengadilan terkait kendala yang mereka juga rasakan.

“Jadi kami tetap memanggil narapidana, dari jaksa tetap mengambil tahanan yang akan disidangkan ke PN Wamena,” ujarnya.

Langkah pencegahan virus Corona bagi narapidana yang hendak disidangkan adalah dengan meminta ruang sidang yang steril, hakim dan jaksa juga steril dengan menggunakan masker serta mobil tahanan yang steril. Pihak lapas meminta setiap tahanan yang hendak dibawa ke pengadilan, diberikan sarung tangan dan masker dan hal itu telah dipenuhi oleh jaksa.

Loading...
;

“Muda-mudahan pelaksanaan sidang di PN Wamena tidak membawa virus karena dampaknya bagi rumah besar saya ini (lapas), anak-anak saya di sinikan banyak, hampir 150, makanya saya khawatirkan seperti itu,” katanya.

Ia mengatakan kurang baiknya layanan internet tidak menjadi hambatan untuk mendorong majunya pelayanan di Lapas Wamena agar maju seperti lapas-lapas lain yang memilik jaringan internet bagus.

“Saya kalau mau men-download aturan-aturan yang dikirim, harus saya lakukan di pagi hari, jam setengah 6 baru agak kencang wifi-nya, padahal saya isi kuota internet 50 GB tetapi yang terpakai hanya 1 GB. Nonton video tidak bisa, apa-apa semua tidak bisa,” tuturnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top