Tidak buang-buang vaksin Covid-19, PNG kirimkan vaksin bantuan sebelum kedaluwarsa

Pemerintah Papua Nugini telah menjawab permintaan Vietnam dan mengirimkan 30.000 dosis vaksin yang akan kedaluwarsa. - Stuff/ Ryan Anderson

Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Sejumlah negara Kepulauan Pasifik telah dengan sigap meluncurkan program vaksinasi Covid-19 mereka, namun beberapa negara masih menghadapi isu keraguan terhadap vaksin, kendala-kendala logistik, dan risiko pemborosan jika tidak disuntikan sebelum kedaluwarsa.

Tantangan-tantangan yang dihadapi beberapa negara Kepulauan Pasifik telah disorot oleh satu contoh terbaru dari Papua Nugini.

PNG memiliki populasi sembilan juta jiwa, tetapi kurang dari 1% dari populasi yang memenuhi syarat telah divaksinasi. Sementara itu, negara ini sedang menghadapi penyebaran Covid-19 yang signifikan di setidaknya tiga provinsi.

Data resmi dari pemerintah menempatkan jumlah total kasus di Papua Nugini pada 20.000, tetapi jumlah yang sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi dari itu.

Awal bulan ini, masih juga gagal untuk memberikan suntikan vaksinasi kepada warganya, PNG terpaksa mengirimkan 30.000 dosis vaksin yang disumbangkan oleh Selandia Baru ke Vietnam, agar itu tidak sia-sia terbuang.

Puluhan ribu vaksin ini dikirimkan sebagai bagian dari sumbangan Selandia Baru, 146.000 dosis AstraZeneca, yang diperoleh PNG melalui COVAX – inisiatif vaksin yang dimulai oleh WHO, Gavi, Vaccine Alliance, dan Coalition for Epidemic Preparedness. Mereka akan kedaluwarsa pada hari Kamis ini, 30 September. Alih-alih membuangnya, PNG telah menanggapi permohonan Vietnam akan pasokan vaksin.

Pada saat dimana stok vaksin masih ketat, PNG yang menerima berbagai bantuan vaksin, masih tak kunjung sukses dalam mengelola bantuan yang tersedia karena banyaknya populasi yang ragu akan vaksin dan keterpencilan populasinya.

Loading...
;

Kepala Pacific Hub di Universitas Griffith Australia, Dr. Tess Newton Cain mengatakan keputusan PNG untuk mengirimkan vaksin ke Vietnam adalah keputusan terbaik yang bisa diharapkan oleh semua pihak, tetapi ini juga mengindikasikan tantangan signifikan yang dihadapi PNG.

Dr. Cain kemudian bertanya, bagaimana mengubah vaksin menjadi vaksinasi – seperti yang terjadi di Papua Nugini.

“Apakah ada jumlah orang yang tepat, yang telah menerima pelatihan yang memadai? Apakah mereka memiliki APD yang diperlukan? Apakah mereka punya bahan bakar untuk dimasukkan ke dalam truk, atau uang untuk menyewa perahu agar bisa pergi ke pulau-pulau itu?” tanya Newton Cain.

Di luar itu, satu hal lainnya yang juga penting adalah kepercayaan masyarakat, jadi ketika vaksin tiba, masyarakat mau menerima vaksinasi.

Cain menekankan membangun kepercayaan dan mendidik masyarakat tentang vaksin hanya dapat dilakukan jika didukung oleh orang-orang yang tepat – pemimpin masyarakat, kepala suku, gereja, guru – dan menggunakan pendekatannya cocok untuk komunitas tersebut. (Stuff NZ/PACNEWS)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top