HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tidak kooperatif, oknum anggota DPRD dijemput paksa Kejari Fakfak

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi – Seorang oknum anggota fraksi otsus di DRP Papua Barat, FI, dijemput paksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak di Manokwari pada Jumat pekan lalu. 

FI dijemput paksa setelah tiga kali mengabaikan panggilan Kejari Fakfak, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Provinsi Papua Barat untuk pembangunan Yayasan STIKIP Nuuwar di Kabupaten Fakfak senilai Rp 9,5 miliar, tahun anggaran 2009/2010. 

Tidak kooperatif, oknum anggota DPRD dijemput paksa Kejari Fakfak 1 i Papua

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Fakfak, Jeffri Huwae, yang dikonfirmasi Jubi, membenarkan penangkapan FI, anggota DPRD aktif yang saat ini duduk di kursi fraksi otsus DPR Papua Barat, karena dinilai tidak kooperatif penuhi tiga kali panggilan Jaksa Pidsus Kejaksaan Negeri Fakfak. 

"Awalnya saat diperiksa sebagai saksi, dia kooperatif. Tapi setelah ditetapkan sebagai tersangka, dia sudah tidak bisa dihubungi lagi. Tiga kali panggilan juga tidak diindahkan. Makanya saya keluarkan surat perintah untuk dijemput paksa,” katanya. 

Dia dijemput di rumah dinas komplek perumahan anggota DPR Papua Barat di Kampung Susweni Distrik Manokwari Timur pada Jumat (20/4/2018) malam sekira pukul 19.00 WP," ujar Jeffri kepada Jubi, di Manokwari, Senin (23/4/2018). 

Dikisahkan, dalam perkara yang menjerat mantan Ketua DPRD Kabupaten Fakfak dua periode ini, pada tahun 2009/2010 tersangka FI selain menjabat Ketua DPRD Fakfak, yang bersangkutan juga menjabat sebagai Ketua Yayasan STIKIP Nuuwar di Kabupaten Fakfak. 

Loading...
;

Selanjutnya, saat itu dibuatkan permohonan bantuan biaya pembangunan gedung Yayasan STIKIP Nuuwar tersebut dan direspon Pemerintah Provinisi Papua Barat dengan dana hibah sebesar Rp 9,5 miliar. 

"Proses pencairan bantuan hibah itu dilakukan oleh tersangka FI sebanyak dua kali. Tahap pertama sebesar Rp 5 miliar dan tahap kedua sebesar Rp 4,5 miliar. Dua kali pencairan, tapi fisik bangunan Yayasan STIKIP Nuuwar yang dijadikan obyek pengajuan permohonan itu tidak ada alias fiktif," ujar Jeffri. 

Alasan keamanan dan demi kelancaran proses penyidikan, tersangka FI dititipkan sebagai tahanan titipan Jaksa Fakfak di Lapas Kelas II B Manokwari, setelah ditangkap pada Jumat malam pekan lalu. 

"Tersangka kita tahan di Manokwari sebagai tahanan titipan Jaksa Fakfak. Kami juga akan terus kembangkan kasus ini, karena nilai Rp 9,5 miliar cukup besar dan tidak mungkin tersangka nikmati sendiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dan juga akan dikembangkan lagi untuk mengungkap dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," ujar Jeffri tegas.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Fakfak, Ahmad Bagir, mengatakan tersangka FI sudah ditahan di Lapas Manokwari, masih dalam tahap pemberkasan untuk dilimpahkan ke pengadilan.

"Kami juga sudah menyurat BPKP untuk proses audit kerugian negara, tapi sebelumnya juga sudah dilakukan audit konstruksi dari PU Kabupaten Fakfak," ujar Bagir, yang dikonfirmasi via ponselnya. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa