Tiga asrama mahasiswa Nabire perlu segera diperbaiki

Tiga asrama mahasiswa Nabire perlu segera diperbaiki 1 i Papua
Asrama Mahasiswa di Padang Bulang, Kota Jayapura – Jubi/Dok Jubi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire, melalui Nabire bersatu, meminta Pemkab setempat memperhatikan kondisi tiga asrama mahasiswa Nabire di kota studi Jayapura. Satu asrama mengalami kebakaran. Dua lainnya dinilai tidak layak huni.

“Kondisi tiga asrama ini sudah tidak layak huni. ,” kata Ketua Fraksi DPRD Nabire, Rohedi M Cahya saat ditemui Jubi di Nabire pada Jumat (17/1/2020).

Ketiga hunian mahasiswa asal Nabire itu yakni asrama putra di Padang Bulan, dan asrama putri di Waena Kta Jayapura. Sedang satu lagi asrama putra di Kamkei, hangus terbakar Oktober tahun lalu, diduga disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek.

Sambil menunggu SK pimpinan definitif dari Gubernur Papua, dirinya mengaku telah menyambangi kantor Bappeda dan PUPR Nabire , untuk menanyakan kejelasan pembangunan asrama di Jayapura. Bahkan menurut informasi yang diperoleh, perencanaan pembagunannya telah diprogramkan dan masuk APBD Nabire tahun 2020.

Menurut pemuda 27 Tahun ini, dirinya sudah melihat sendiri kondisi asrama anak Nabire di Jayapura. I asrama sendiri juga datang dari mahasiswa Nabire yang tengah menempuh studi di Yogyakarta.

Sebelum dia menjadi wakil rakyat, dirinya mengaku kerap mampir ke asrama mahasiswa Nabire di kota pelajar itu. Pernah ada kunjungan dari DPRD sebelumnya dan Pemkab Nabire yang janji akan bangun asrama. Namun sampai hari ini belum terealisasi.

Loading...
;

“Saya sering ke Yogyakarta sebelum jadi angggota DPRD, memang memprihatinkan.
Tida ada asrama khusus mahasiswa Nabire. Jadi tidak ada tempat kumpul komunal. Mereka kost pakai biaya sendiri. Harusnya kan ini tanggung jawab kita pemerintah daerah. Bila perlu dana pendidikan diberikan seperti zaman Anselmus Petrus Youw ( Bupati Nabire sebelumnya selama dua periode 1999-2009-red)
.
“Tolong perhatikan mereka. Mahasiswa Nabire adalah masa depan daerah ini. Kan dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa. Ada dana Otsus, ada APBD, daerah lain bisa masa kita tidak bisa padahal sama – sama punya punya anggaran,” imbuhnya.

Lanjut dia, melalui Fraksi Nabire Bersatu yang beranggotakan delapan orang, akan mendorong hak suara anggota fraksi untuk duduk di komisi – komisi, yang nantinya akan mendorong kepada anggota difraksi dan komisi terkait guna mendorong permasalahan mahasiswa yang sejak dulu
diperjuangkan namun selalu buntu.

“Saya tidak akan bosan – bosan untuk selalu berupaya menyuarakan keluhan Mahasiswa Nabire diluar sana, agar ini terealisasi agar terciptanya SDM Nabire yang lebih baik ,” jelasnya.

Anggota komisi Nabire bersatu, Sambena Inggeruhi, memertanyakan dikemanakan anggaran pendidikan di kabupaten Nabire, terutama dinas terkait yang menangani bidang ini entah kemana semua uang pendidikan.
Dia juga mengaku pernah berkunjung ke Jayapura dan melihat langsung kondisinya. Kata dia, memang sangat tidak layak lagi dan perlu renovasi total.

“Kami pernah kesana sebelum dilantik. Pertanyaannya, selama ini instansi terkait di Nabire kemanakan uang pendidikan. Jadi kami minta bupati dan dinas terkait untuk segera turun tangan lihat langsung ke sana dan jangan buat janji-janji palsu,” terang Inggeruhi.

Sebelumnya, Dimas Manahara, salah satu penghuni asrama mahasiswa Nabire di Padang Bulan mengungkapkan untuk membayar listrik bulanan saja, dia dan kawan-kawannya harus patungan.

“Ini hal kecil yang membuat rakyat selalu mempertanyakan kemana dana Otsus yang katanya pendidikan adalah skala prioritas. Sementara DPRD, Dinas terkait seakan tidak peduli.”Jangan jadikan pendidikan sebagai obyek atau proyek fiktif” ujarnya. (*)

 

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top