HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tiga kampung di Raja Ampat masuk nominasi ISTA

Burung cenderawasih botak endemik Raja Ampat – Jubi/Dictio.id
Tiga kampung di Raja Ampat masuk nominasi ISTA 1 i Papua
Desa wisata di Raja Ampat – Jubi/Tripinto.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Waisai, Jubi – Tiga kampung di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, masuk nominasi penilaian penghargaan nasional Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) atau pengelolaan destinasi menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, di Waisai, Selasa (23/7/2019), mengatakan tiga kampung tersebut adalah Kampung Sapokren, Kampung Kofiau, dan Destinasi Kawasan Piaynemo.

Tiga kampung di Raja Ampat masuk nominasi ISTA 2 i Papua

Dia mengatakan Kampung Sapokren pengelolaan destinasi menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Kelompok tani hutan masyarakat setempat mengelola hutan kawasan konservasi dan memanfaatkan jasa lingkungan guna meningkatkan perekonomian.

Sedangkan kawasan Piaynemo, kata dia, pengelolaan destinasi wisata oleh pemuda dan masyarakat berjalan baik serta menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Ia menyampaikan Kampung Kofiau juga masuk penilaian ISTA dengan kategori budaya yakni Sasi atau kearifan lokal dalam konservasi dan pariwisata.

Dikatakannya, Raja Ampat telah mengikuti penilaian ISTA yakni 2017 dan 2018 yang diikuti Kampung Wisata Arborek dan dua kali mendapatkan juara sebagai Kampung Wisata.

Loading...
;

“Kami berharap Kampung Sapokren, Kampung Kofiau, dan Destinasi Kawasan Piaynemo yang masuk nominasi penilaian ISTA meraih penghargaan nasional sesuai kategori masing-masing yang diperlombakan,” ujarnya.

Tiga kampung di Raja Ampat masuk nominasi ISTA 3 i Papua
Burung cenderawasih botak endemik Raja Ampat – Jubi/Dictio.id

Sementara itu, Kampung Warkesi di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat adalah salah satu destinasi wisata yang sangat digemari para pencinta alam terlebih wisatawan minat khusus penggemar burung karena di hutan setempat dapat menonton burung cenderawasih menari sambil mengeluarkan suara merdunya.

Penjaga kawasan Hutan Kampung Warkesi, Orgenes Manggaprou, di Waisai, akhir pekan, mengatakan setiap wisatawan yang berkunjung ke kawasan Hutan Warkesi pasti mengagumi keindahannya.

Pasalnya, kata dia, di kawasan hutan Kampung Warkesi, wisatawan dengan mudah menjumpai dan menonton burung cenderawasih merah dan cenderawasih botak endemik Raja Ampat, menari.

Menurut dia, sudah banyak wisatawan terutama wisatawan asing yang berkunjung ke hutan Warkesi guna melihat burung cenderawasih menari sehingga masyarakat setempat menjaga kelestarian hutan tersebut.

“Hutan yang alami dan burung cenderawasih menari mendatangkan wisatawan itulah sumber penghasilan masyarakat kampung Warkesi guna memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Jackson wisatawan asal Jakarta yang ditemui di Waisai, ibukota Raja Ampat, akhir pekan lalu, mengaku kagum atas keindahan hutan kampung Warkesi Raja Ampat.

“Saya sudah melakukan kunjungan di beberapa kawasan hutan di Indonesia guna memotret burung namun tidak seindah hutan Warkesi Wayag Kabupaten Raja Ampat,” ujar Jackson.

Dia mengakui begitu indah menonton burung langka yakni burung cenderawasih merah endemik Raja Ampat menari pada ranting pohon di pagi dan sore hari. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa