Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Tiga mahasiswa divonis sembilan bulan penjara, Warinussy: Kami apresiasi putusan hakim

Suasana sidang putusan tiga mahasiswa di Manokwari. Hakim putus 9 bulan penjara dipotog masa tahanan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Manokwari, Sony A.B. Loemoery, memvonis tiga mahasiswa, yakni Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe,  dengan hukuman 9 (sembilan) bulan penjara, dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Manokwari, Kamis (4/6/2020).

“Tiga terdakwa dinyatakan bersalah demi hukum dan melanggar pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. Sehingga masing-masing, Erik Aliknoe (terdakwa I), Pende Mirin (tedakwa II) dan Yunus Aliknoe (terdakwa III),  divonis hukuman penjara sembilan bulan,” kata Sony.

Tiga mahasiswa divonis sembilan bulan penjara, Warinussy: Kami apresiasi putusan hakim 1 i Papua

Sony mengatakan, vonis terhadap tiga terdakwa akan dipotong masa tahanan selama proses hukum berjalan.

“Maksimal satu minggu tiga terdakwa jalani putusan hukuman mereka di Lapas, karena ada pemotongan masa tahanan. Berbuat baiklah di Lapas agar kalian segera bebas dan lanjutkan kuliah,” kata Hakim Sony.

Setelah mendengar putusan Hakim, tiga terdakwa Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe, menyatakan menerima putusan tersebut.

“Terima kasih yang Mulia, kami terima,” ujar tiga terdakwa melalui sambungan teleconference.

Loading...
;

Yan Christian Warinussy, Koordinator tim kuasa hukum tiga terdakwa, mengapresiasi putusan hukuman sembilan bulan oleh hakim terhadap tiga kliennya.

Dia mengatakan, putusan hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya, menuntut hukuman penjara 10 bulan.

“Kami tim kuasa hukum apresiasi terhdap putusan hakim hari ini, karena lebih rendah dari tuntutan Jaksa. Tiga klien kami sudah jalani masa tahanan sembilan bulan lebih, jadi maksimal hanya satu minggu mereka jalani putusan hakim di Lapas,” kata Warinussy.

Ia mengatakan, Pasal 160 KUHP merupakan dakwaan ketiga dari lima dakwaan yang didakwakan oleh Jaksa terhadap tiga kliennya.

“Memang dalam dakwaan Jaksa, ada lima dakwaan salah satunya adalah dakwaan pasal Makar, tapi dalam persidangan tidak terbukti. Sehingga hanya pasal 160 KUHP yang memenuhi unsur,” kata Warinussy.

Sebelumnya, tiga terdakwa ditangkap secara terpisah di tempat berbeda pada bulan September 2019 oleh tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat, pasca aksi unjuk rasa tolak rasisme di jalan Gunung Salju Amban, 3 September 2019. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top