HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Tiga venue PON Papua tunggu pengakuan internasional

Kompleks olahraga PON XX di Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua yang dibangun lewat dana APBD dan APBN. Stadion Papua Bangkit (tengah), Istora Papua Bangkit (kiri), dan arena akuatik (kanan) – Jubi/Dok Kementerian PUPR
Kompleks olahraga PON XX di Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua yang dibangun lewat dana APBD dan APBN. Stadion Papua Bangkit (tengah), Istora Papua Bangkit (kiri), dan arena akuatik (kanan) – Jubi/Dok Kementerian PUPR
Tiga venue PON Papua tunggu pengakuan internasional 1 i Papua
Kompleks olahraga PON XX di Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua yang dibangun lewat dana APBD dan APBN. Stadion Papua Bangkit (tengah), Istora Papua Bangkit (kiri), dan arena akuatik (kanan) – Jubi/Dok Kementerian PUPR

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komitmen Pemerintah Pusat mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/Papua tahun 2021 dibuktikan lewat pembangunan sejumlah arena olahraga yang telah diselesaikan lebih cepat dari jadwal kerja.

Menukil Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR dari laman pu.go.id  bahwa empat venue olahraga yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tiga di antaranya arena aquatik di kawasan olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena cricket maupun lapangan hoki (indoor dan outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, secara fisik telah selesai lebih cepat dari jadwal akhir waktu kontrak.

“Ketiga venue tersebut saat ini tinggal menunggu sertifikasi/akreditasi dari masing-masing induk organisasi (Federasi Internasional) untuk mendapatkan sertifikat berstandar internasional yang belum dapat dihadirkan ke Papua karena kondisi PSBB di Papua,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar, Iwan Suprijanto, selaku penanggungjawab.

Tiga venue PON Papua tunggu pengakuan internasional 2 i Papua

Meski di tengah pandemi Covid-19, Kementerian PUPR tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan arena olahraga untuk mendukung pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua yang pelaksanaannya diundur ke tahun 2021.

Untuk venue akuatik yang dilengkapi fasilitas pool berstandar internasional tengah menunggu sertifikasi dari Federation Internationale de Natation (FINA). Sementara arena cricket dan lapangan hoki, baik indoor maupun outdoor, sudah selesai 100 persen, termasuk lighting (lampu), timing system, serta videotron scoring, tinggal menunggu tenaga ahli dari federasi untuk sertifikasi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan penyelesaian pembangunan venue PON XX dilaksanakan dengan cermat, mulai dari tahap desain, pembangunan, dan pengawasannya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan yang melibatkan pengawasan dari Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2).

Diharapkan dengan diselesaikannya venue PON tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan warga Papua, namun juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia serta dapat mendorong para anak muda, khususnya atlet-atlet Papua, menjadi lebih semangat dan berprestasi menjadi juara, baik di kancah nasional maupun internasional.

Loading...
;

Venue Akuatik Papua dibangun sesuai dengan Standar FINA dengan biaya APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp401 miliar.

Secara terinci per fasilitas, pembangunan arena akuatik progresnya telah mencapai 100 persen lebih cepat dari target semula selesai Juli 2020.

Selanjutnya pembangunan arena cricket dan lapangan hoki juga lebih cepat dari rencana awal ditargetkan rampung pada Juni 2020. Total biaya pembangunan arena cricket dan lapangan hoki sebesar Rp277 miliar oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp4,9 miliar.

Selain venue akuatik, di kawasan olahraga Kampung Harapan juga dibangun Istora Papua Bangkit dengan progres telah mencapai 88 persen.

Venue ini dibangun menelan dana sebesar Rp278,57 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar.

Selain empat venue tersebut, Kementerian PUPR juga mendapat tugas membangun aena sepatu roda, panahan, dan dayung di Kota Jayapura senilai Rp116,5 miliar. Progres fisik saat ini mencapai 12,24 persen.

“Pembangunannya terus dikerjakan agar dapat selesai tepat waktu, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, protokol kesehatan, dan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,” kata Basuki Hadimuljono.

Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan Kampung Harapan senilai Rp134,7 miliar sebagai area pendukung venue istora dan akuatik yang pelaksanaannya baru dimulai pada akhir Januari 2020 dengan progres pembangunan fisik 20 persen. Selain itu juga penataan kawasan Doyo Baru senilai Rp64,9 miliar sebagai area pendukung arena cricket, hoki outdoor dan indoor yang pelaksanaannya dimulai pada akhir Desember 2019. Saat ini progres fisik mencapai 34,43 persen.

“PON XX Papua memang ditunda sampai dengan tahun depan, tapi semangat kami untuk menuntaskan fasilitas yang berkualitas tetap tinggi,” sambung Iwan Suprijanto memastikan.

Karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia dan Papua, PON XX/Papua yang seharusnya digelar Oktober 2020 ditunda satu tahun ke depan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa