Tim karate Papua berpotensi dulang medali di PON XX

papua-tim-karate-pon
Tim Karate Papua - Jubi/Istimewa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim karate Papua yang akan diturunkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 mendatang, diam-diam menjadi salah satu cabang olahraga yang berpotensi mendulang medali pada pesta olahraga akbar di Indonesia itu. Kesiapan karateka-karateka Papua dinilai sudah cukup positif.

Meski baru saja kehilangan salah satu karateka andalannya, Yolanda Asmuruf, yang tutup usia pada 2019 lalu, tim karate Papua tetap optimis bisa mempersembahkan yang terbaik di PON XX.

Bakal turun dengan kekuatan penuh di semua nomor pada PON XX, tim karate Papua akan diperkuat oleh 17 atlet terbaiknya. Walau cukup potensial untuk mendulang medali, pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Papua di bawah kepemimpinan Kristhin L. Mano hanya menargetkan 3 medali emas.

Ketua Harian FORKI Papua, Anthon Raharusun, mengatakan para atletnya sejauh ini sudah terbilang siap tempur menuju PON XX, selepas menjalani pemusatan latihan (TC) selama 9 bulan di Depok, Jawa Barat, sejak Februari lalu.

“Kita punya 17 atlet dan kita akan turun dengan tim penuh di PON XX untuk semua nomor kumite dan kata beregu putra dan putri. Tim kita sudah menjalani TC di Depok selama 9 bulan sejak Februari lalu. Tentu dengan materi pelatihan selama TC itu, kita sangat optimis dan menargetkan 3 emas dari target semula 2 emas,” ujar Raharusun saat dihubungi Jubi, Rabu (25/11/20).

“Tapi kita juga yakin bisa mendapatkan medali lebih jika melihat pada kesiapan kita yang sudah cukup jauh ini. Dari segi teknik dan kesiapan kita yang lain, kita sudah sangat siap menatap PON XX,” sambungnya.

Usai menjalani rangkaian tes fisik parameter II yang digelar KONI Papua, dua hari lalu, pelatih kepala karate Papua, Sensei Zakarias M. Sogorom, mengaku performa anak asuhnya sudah sangat signifikan, meskipun hingga akhir tahun ini ia menilai kesiapan timnya baru mencapai 60 persen.

Loading...
;

Dirinya juga tak muluk-muluk, hanya menargetkan 3 medali emas PON XX sesuai yang ditargetkan FORKI Papua.

“Kesiapan kita sudah menjelang 60 persen dan tahun depan kita harap bisa capai 80 persen hingga 100 persen. Target kita 3 medali emas, baik beregu kata maupun kumite. Semuanya kita targetkan secara umum, tidak bebankan secara perorangan. Kita harap bisa melebihi target,” beber Zakarias.

Tampil Impresif 

Tak salah menyebut tim karate Papua bakal berpotensi mendulang medali pada ajang PON XX tahun 2021 mendatang. Pasalnya, penampilan para karateka Papua selama mengikuti turnamen di Pulau Jawa sangat impresif. Performa mereka konsisten dan tak pernah gagal mendapatkan medali.

Di Kejuaraan Walikota International Open Championship yang digelar di Surabaya, pada Juli 2019, karateka Papua memborong 9 medali dengan torehan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Teranyar, tim karate Papua menahbiskan diri sebagai juara umum di Kejuaraan Nasional Akmil Open Championship 2020 Piala bergilir Gubernur di Magelang pada Maret lalu. Di ajang ini, mereka mengoleksi 5 medali emas kata beregu putra putri dan kumite perorangan, serta 6 medali perunggu dari nomor kumite perorangan putra putri.

Di balik penampilan impresif tim-nya, Anthon Raharusun membeberkan jika timnya kini ditangani oleh pelatih-pelatih bertaraf internasional.

Zakarias M. Sogorom yang bertugas sebagai pelatih kepala, mempunyai rekam jejak yang mentereng. Dia merupakan mantan karateka handal dan juga pernah menukangi timnas karate Indonesia pada ajang Sea Games 2013 silam. Dia didampingi Ronald Ajawaila.

Sementara di nomor kata, tim karate Papua dibesut salah satu legenda karate Indonesia, Omita Olga Ompi. Dia adalah peraih medali emas Sea Games 1989 untuk nomor kata perorangan. Dia juga pernah menempati peringkat IV kejuaraan dunia (WUKO). Di kejuaraan APUKO (Asia Pasifik Union of Karate-DO Organization) di Australia tahun 1989, dia mendapatkan medali perak atau posisi kedua. Pada ASEAN Games XIII di Bangkok tahun 1998 Ompi mendapatkan medali perak untuk nomor kata perorangan putri. Ompi juga pernah melatih timnas karate Indonesia.

Keduanya juga dibantu oleh konsultan teknik, Muhammad Gusti, yang juga merupakan mantan pelatih nasional.

“Mereka ini semua pelatih-pelatih bertaraf internasional. Kita targetkan 3 medali emas, walaupun di kelas lainnya itu kita optimis pasti juga bisa mendapatkan medali perak maupun perunggu. Kita sangat optimis. Semua atlet kita berasal dari Papua, tidak menggunakan atlet dari luar,” ungkap Raharusun.

Atlet Potensial 

Tim karate Papua kian mantap menuju  perhelatan PON XX. Karateka-karateka muda mereka terobsesi dengan prestasi yang ditorehkan mendiang Yolanda Asmuruf. Terlebih, Bumi Cenderawasih akan bertindak sebagai tuan rumah.

Erfit Naninti, boleh dibilang menjadi salah satu atlet potensial yang dimiliki tim karate Papua saat ini. Karateka putri kelahiran Muna ini tumbuh besar di Kota Sorong. PON XX akan menjadi penampilan keduanya bersama tim Papua.

Ketika menjalani debut di PON XIX Jawa Barat tahun 2016 silam, Erfit menjadi satu dari dua karateka Papua yang berhasil mempersembahkan medali, selain Yolanda Asmuruf. Meski hanya medali perunggu, namun usianya saat itu baru menginjak 21 tahun.

Jelang perhelatan PON XX, Erfit sukses menggondol dua medali emas kumite 61 kg di turnamen Walikota International Open Championship 2019 di Surabaya dan Kejuaraan Nasional Akmil Open Championship 2020 Piala bergilir Gubernur di Magelang.

“Saya bermain di nomor Kumite. Pertama gabung saat PON XIX Jawa Barat 2016. Usia saya baru 25 tahun. Saat ini profesi saya hanya atlet saja, walau sempat kerja kontrak di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, tapi sekarang sudah fokus pada persiapan menuju PON XX. Selama TC kita ikut dua turnamen, dan saya dapat medali emas di Surabaya International Open Championship dan di Kejurnas Akmil Open,” ujarnya.

Meski tak dibebankan target medali emas, secara pribadi Erfit mengaku akan berusaha tampil maksimal demi hasil terbaik di PON XX nanti. Dirinya akan berjuang agar nama Papua bisa berkibar di podium juara.

“Kalau soal target kita tergantung masing-masing, saya secara pribadi mau berusaha semaksimal mungkin. Alhamdulillah, Puji Tuhan, selama TC untuk persiapan PON XX 2021 ini saya selalu berusaha berlatih semaksimal mungkin walaupun di tengah pandemic Covid-19. Saya ingin memberikan yang terbaik dan ingin menjadi yang terbaik pada PON nanti, hingga bisa berada di podium juara. Kalau soal target dari pengurus untuk pribadi saya tidak tahu, yang jelas pengurus ingin kami semua mendapatkan yang terbaik di PON dan bisa berada di podium,” pungkasnya.

Selain Erfit,16 karateka Papua juga punya potensi besar mempersembahkan medali pada ajang PON XX tahun 2021 mendatang di rumah sendiri. (CR-4)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top